Sambut Pilkada 2020, PDIP Siapkan 120 Ribu Saksi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan ke Ketua KPU Arief Budiman di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Penyerahan salinan kepengurusan DPP, DPW dan DPC merupakan syarat pendaftaran parpol peserta pemilu 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan ke Ketua KPU Arief Budiman di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. Penyerahan salinan kepengurusan DPP, DPW dan DPC merupakan syarat pendaftaran parpol peserta pemilu 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - PDI Perjuangan siap mengerahkan 120.000 saksi untuk mengawal pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2020 yang berjalan serentak pada 9 Desember. Wakil Sekjen PDIP, Arif Wibowo, mengatakan partai selalu serius dalam menghadapi setiap ajang demokrasi seperti Pilkada 2020.

    "Ini komitmen serius kami memenangkan Pilkada. Nanti dari 4.500-an pelatih saksi itu, mereka akan melatih hingga 120.000-an saksi. Belum Guraklih (regu penggerak pemilih) yang jumlahnya tiga kali lipat jumlah saksi kita," kata Arif, Senin, 10 Agustus 2020.

    Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDIP ini menyatakan para saksi ini selain dibekali kemampuan mumpuni terkait kepemiluan, juga bagian dari strategi membesarkan partai. Menurut dia, syarat saksi adalah harus anggota partai, maka sebagian dari saksi yang akan direkrut itu akan menjadi anggota partai yang baru. "Jadi kegiatan ini bukan hanya memperkuat kemampuan, tapi juga melakukan sekalian perekrutan saksi serta perekrutan anggota partai yang baru," tutur Arif.

    DPP PDIP, kata dia, memilih tak banyak bermain di media sosial. Menurut dia, partai memutuskan untuk serius mempersiapkan kekuatan strukturnya dalam pemenangan calon kepala daerah di Pilkada 2020.

    Ia menyatakan sambil partai mempersiapkan pengerucutan pasangan calon dalam Pilkada 2020, pihaknya juga menyiapkan untuk pemenangan. Sehingga, lanjut dia, ketika putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan para calon kepala daerah lainnya disahkan sebagai calon kepala daerah maka mesin pemenangan partai juga sudah panas.

    "Kita baru saja menyelesaikan pelatihan pelatih saksi secara berjenjang. Jadi training of trainers, kader yang menjadi pelatih saksi di tingkat provinsi, mereka baru selesai dilatih di tingkat nasional," kata Arif.

    Para pelatih tingkat nasional itu berjumlah 187 orang. Pelatihan dilaksanakan selama enam gelombang akibat pandemi Covid-19. Biasanya, pelatihan dilaksanakan sekali saja, namun karena ketatnya protokol kesehatan terpaksa pelatihan dilaksanakan dalam enam gelombang itu. "Mereka yang sudah lulus pelatihan ini yang nanti akan melatih pelatih saksi di tingkat kabupaten kota. Totalnya secara nasional hingga daerah nanti jumlahnya sekitar 4.500 orang," kata dia.

    Selain itu, kata dia, para pelatih saksi dan saksi ini yang akan berperan merekrut serta menggerakkan regu penggerak pemilih (guraklih). Semuanya dibekali kemampuan yang diadaptasikan dengan situasi pandemi Covid-19 yang membutuhkan cara-cara baru sesuai protokol kesehatan.

    Pentingnya regu penggerak pemilih ini, menurut dia, karena mereka memprediksi tingkat apatisme masyarakat atas Pilkada 2020 akan meningkat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 masyarakat cenderung lebih peduli dengan upaya meningkatkan kemampuan ekonominya.

    PDIP sudah mengumumkan 93 pasangan calon kepala daerah dalam dua gelombang yang dilaksanakan sejak Februari 2020. Rencananya, partai berlogo banteng ini akan kembali menggelar pengumuman calon kepala daerah gelombang III pada Selasa, 11 Agustus 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.