Laporan Tahunan 2019, KPK Tetapkan 70 Tersangka Korupsi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lima komisioner KPK baru, Firli Bahuri (tengah), Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron (kiri), Nawawi Pomolango (kanan), Alexander Marwata, dalam acara serah terima jabatan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019. Lima pimpinan KPK, resmi dipimpin Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata dan lima anggota Dewan Pengawas KPK yaitu Tumpak Hatorangan Panggabean, Artidjo Alkostar, Harjono, Albertina Ho dan Syamsuddin Haris resmi menjabat sebagai Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK untuk periode 2019-2023. TEMPO/Imam Sukamto

    Lima komisioner KPK baru, Firli Bahuri (tengah), Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron (kiri), Nawawi Pomolango (kanan), Alexander Marwata, dalam acara serah terima jabatan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019. Lima pimpinan KPK, resmi dipimpin Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata dan lima anggota Dewan Pengawas KPK yaitu Tumpak Hatorangan Panggabean, Artidjo Alkostar, Harjono, Albertina Ho dan Syamsuddin Haris resmi menjabat sebagai Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK untuk periode 2019-2023. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan laporan tahunan 2019 pada Senin 27 Juli 2020. Pada kesempatan itu Pimpinan KPK Alexander Marwata mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemberantasan korupsi.

    “Kami mengambil tema simfoni melawan korupsi karena menyadari pemberantasan korupsi harus melibatkan semua unsur, baik pemerintah maupun masyarakat,” ujar Alexander pada acara peluncuran laporan KPK 2019 yang bertajuk Merangkai Simfoni Melawan Korupsi, Senin, 27 Juli 2020.

    Berdasarkan laporan tersebut, sepanjang 2019 KPK telah berhasil menjerat 76 orang dari berbagai profesi melalui operasi tangkap tangan yang dilakukan sebanyak 21 kali di 14 daerah. Operasi ini berhasil menyita barang bukti sejumlah Rp 12,8 miliar, USD 35.000, SGD 576.000, 5 euro, RM 407, 500 riyal. Selain itu, KPK juga telah menetapkan 70 tersangka melalui pengembangan perkara.

    Pada 2019 untuk pertama kali KPK berhasil mengembalikan aset dari luar negeri. Berkat kerja sama dengan Corrupt Practices Investigation Bureau Singapura, KPK berhasil mengembalikan aset berupa uang senilai SGD 200.000 dari Singapura ke Indonesia pada 17 Juni 2019. Kasus ini terkait perkara suap mantan kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.

    Terakhir, Alexander Marwata mengajak masyarakat untuk mengkritik KPK jika lembaga antirasuah ini menyeleweng dari amanat undang-undang. “Kami dengan senang hati akan menyetem instrumen yang sumbang agar irama pemberantasan korupsi dapat kembali kami luruskan,” ujarnya.

    RAFI ABIYYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.