Update 21 Juli 2020: Pasien Sembuh Secapa AD Sebanyak 472 Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penunjuk arah menuju Secapa TNI AD di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Hanya ada 17 orang yang saat ini dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi, sementara sisanya tidak menunjukkan gejala. TEMPO/Prima mulia

    Penunjuk arah menuju Secapa TNI AD di Hegarmanah, Bandung, Kamis, 9 Juli 2020. Hanya ada 17 orang yang saat ini dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi, sementara sisanya tidak menunjukkan gejala. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau Secapa AD, Bandung, Jawa Barat, sembuh. Alhasil, total pasien sembuh hingga hari ini, Selasa, 21 Juli, adalah 472 orang.

    "Hasil Lab PCR dari swab kedua pasien di Secapa AD sampai dengan pagi ini, 21 Juli, ada 4 pasien lagi yang dinyatakan negatif," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Nefra Firdaus melalui siaran pers pada Selasa, 21 Juli 2020.

    Sementara, masih ada 836 pasien positif yang masih menjalani perawatan. Namun, 12 di antaranya dirawat di Rumah Sakit TNI AD Dustira, Bandung. "Sisanya menjalani isolasi mandiri di Secapa AD tanpa keluhan apapun," ucap Nefra.

    Secapa TNI AD Bandung menjadi klaster baru penularan Covid-19. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa, mengatakan terungkapnya penghuni Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) yang tertular Covid-19 terjadi tidak disengaja.

    Andika menjelaskan klaster Secapa berawal dari dua perwira siswa yang berobat di Rumah Sakit Dustira di Kota Cimahi. “Yang satu keluhan karena bisul, berarti demam karena adanya infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang atau HMP. Tapi ternyata saat mereka di-swab dan positif,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.