Gugus Tugas Covid-19 Imbau Masker Diganti Tiap 4 Jam Sekali

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual jamu keliling Tidar dengan menggunakan masker dan pelindung wajah melayani pembeli di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. Tidar menerapkan protokol kesehatan jelang pemberlakuan protokol tatanan normal baru di Jakarta untuk tetap mencari nafkah. ANTARA

    Penjual jamu keliling Tidar dengan menggunakan masker dan pelindung wajah melayani pembeli di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. Tidar menerapkan protokol kesehatan jelang pemberlakuan protokol tatanan normal baru di Jakarta untuk tetap mencari nafkah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengingatkan agar masyarakat mengganti masker setiap empat jam sekali.

    "Penggunaan masker disarankan maksimal hanya 4 jam, dan harus diganti dengan yang baru, atau yang bersih,” ujar Reisa melalui keterangan tertulis pada Rabu, 10 Juni 2020.

    Selain itu, kata Reisa, masker juga wajib diganti apabila sudah basah atau terlalu lembab. Ia pun menganjurkan agar masyarakat membawa persediaan masker apabila harus pergi keluar rumah.

    “Masyarakat disarankan untuk membawa beberapa buah masker ketika harus pergi keluar rumah untuk beraktivitas,” ucap Reisa.

    Dalam penggunaannya pun, Reisa mengatakan penggunaan masker harus tepat. Masker harus dipastikan benar-benar menutupi hidung, mulut, hingga dagu.

    Selain itu, masyarakat sebaiknya tidak memainkan masker seperti menarik atau menurunkan masker, serta tidak menyentuh bagian depan masker setelah digunakan beberapa saat.

    Untuk melepaskannya, cukup dengan memegang bagian tali atau pengait tanpa menyentuh bagian kain dan kemudian dibuang atau dicuci kembali untuk jenis masker kain. "Cukup pegang bagian tali masker tanpa menyentuh bagian kain,” kata Reisa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.