Muhadjir Effendy: Pemerintah Optimistis Covid-19 Selesai Juni

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PMK Muhadjir Effendy memberikan kata sambutan pada Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan dengan Masyarakat Natuna  di Gedung Sri Serindid, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 15 Februari 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja.

    Menteri PMK Muhadjir Effendy memberikan kata sambutan pada Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan dengan Masyarakat Natuna di Gedung Sri Serindid, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 15 Februari 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah optimistis Covid-19 selesai pada Juni 2020.

    Hal ini yang menjadi salah satu alasan, pemerintah membuka opsi menggeser libur lebaran menjadi setelah Idul Adha.

    "Jika memakai asumsi puncak wabah terjadi pada akhir Mei dan setelah itu akan menurun. Sehingga, akhir Juni wabah sudah bisa diatasi," ujar Muhadjir lewat pesan singkat, Senin, 4 Mei 2020.

    Muhadjir mengatakan, tentu banyak variabel yang yang mempengaruhi tepat tidaknya asumsi itu. Terutama, tingkat kedisplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. "Tapi kami optimis, mudah-mudahan Juni sudah reda," ujarnya.

    Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, usul menggeser cuti Lebaran ke Idul Adha ini awalnya disampaikan oleh Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Senin, 4 Mei 2020.

    Lalu, Presiden Jokowi meminta usul tersebut dikaji dan dipertimbangkan. “Jadi, ada dua opsi mengganti libur Lebaran, yakni akhir Juli bertepatan Idul Adha dan akhir tahun atau Desember. Ini akan dikaji KSP,” ujar Doni usai mengikuti rapat terbatas dengan presiden, Senin, 4 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.