Wali Kota Bandung: Virus Corona Ikut Mati jika Pengidapnya Wafat

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan masyarakat tidak perlu panik saat mendengar kabar ada jenazah pasien terpapar Corona akan dimakamkan di pemakaman sekitar tempat tinggalnya.

    Menurut dia, virus Corona akan ikut mati saat pengidapnya wafat. Maka otensi terpapar saat prosesi pemulasaraan sangat kecil kemungkinannya.

    "Pengurusan jenazahnya juga istimewa, beda dari biasanya, sesuai dengan standar WHO. Dibungkus beberapa lapis. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan," ujar dia.

    Pemerintah Kota Bandung pun menetapkan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Cikadut sebagai pemakaman khusus jenazah pasien Corona. 

    Menurut Oded, kalau ada warga Kota Bandung yang meninggal diduga akibat virus Corona, akan dikuburkan di TPU Cikadut.

    "Sudah ada beberapa yang dimakamkan di sana," ucapnya.

    Oded menerangkan TPU Cikadut terbilang strategis dan cukup dekat dijangkau dari pusat Kota Bandung. TPU Cikadut seluas sekitar 6 hektare juga masih mampu menampung pemulasaraan dengan jumlah banyak. 

    Dia memastikan tidak ada penolakan dari warga sekitar TPU Cikadut.

    "Awal-awal memang ada (penolakan), namun setelah sosialisasi akhirnya warga sekitar bisa memahaminya."



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.