Wabah Virus Corona, Muhammadiyah Siagakan 20 Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, menjelang kelahiran bakal cucu ketiga Presiden Jokowi, Jumat, 15 November 2019. Jokowi akan menjenguk cucu ketiganya setelah meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung di Mesuji, Lampung. ANTARA/Aris Wasita

    Suasana Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, menjelang kelahiran bakal cucu ketiga Presiden Jokowi, Jumat, 15 November 2019. Jokowi akan menjenguk cucu ketiganya setelah meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung di Mesuji, Lampung. ANTARA/Aris Wasita

    TEMPO.CO, Yogyakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan sudah ada 20 rumah sakit Muhammadiyah disiagakan untuk menangani wabah virus Corona.

    "Muhammadiyah insyaallah siap untuk mendukung program pencegahan dan penanganan Corona dengan mensiagakan 20 rumah sakit Muhammadiyah," kata Haedar di Yogyakarta Jumat, 6 Maret 2020.

    Haedar kemudian menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap panik secara berlebihan atas kasus Corona itu.

    "Kita menghadapi musibah seperti ini kan tidak dikehendaki oleh siapapun. Tapi jangan sampai panik karena ketika panik itu malah menimbulkan masalah lain," ujarnya.

    Haedar menuturkan justru saat dunia sedang dihantui wabah Corona ini, bisa menjadi jalan untuk mengingatkan kembali mengedepankan gaya hidup sehat. Dengan asupan makanan yang bergizi sehingga imunitas tubuh menjadi lebih kuat dan tak mudah terserang penyakit termasuk yang disebabkan Corona.

    "Pola hidup sehat perlu kita jalankan agar daya tahan tubuh lebih kuat," ujarnya.

    Haedar pun tak lupa mengimbau agar masyarakat tidak takabur dan tetap ingat kepada Sang Kuasa dalam keadaan apapun.

    "Secara rohani, kita juga tetap perlu dekat pada Sang Kuasa sehingga kalau menghadapi masalah kita tetap dalam rahmat dan karunia-Nya," ujarnya.

    Sebelumnya Muhammadiyah juga menyatakan menghormati keputusan Kerajaan Arab Saudi yang membatasi akses ibadah haji dan umrah karena wabah virus Corona. Sebagai ganti ibadah ke tanah suci yang tidak bisa terlaksana, Haedar mengimbau warga khususnya umat Muslim di tanah air tetap beribadah dalam bentuk lain. Seperti salat, zakat, puasa, juga terus melaksanakan amal jariyah.

    Muhammadiyah pun mengimbau umat Islam di Indonesia tidak perlu memaksakan diri untuk ibadah ke tanah suci saat hingga suasana memungkinkan untuk dibuka kembali akses ibadah haji.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.