BPPT-BNPB Modifikasi Cuaca Cegah Curah Hujan Tinggi Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak bermain rakit melintasi banjir di perumahan Taman Narogong Indah, Bekasi, Rabu, 1 Januari 2020. ANTARA/Paramayuda

    Seorang anak bermain rakit melintasi banjir di perumahan Taman Narogong Indah, Bekasi, Rabu, 1 Januari 2020. ANTARA/Paramayuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan memodifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan tinggi di Jabodetabek. Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) itu dilakukan dengan cara menjatuhkan awan yang akan masuk ke Jabodetabek di Selat Sunda, Lampung dan sekitarnya.

    "Jadi tugas kami adalah menjatuhkan awan itu sehingga curah hujan di Jabodetabek akan berkurang secara signifikan," kata Seto dalam Rapat Koordinasi Banjir Jabotabek di Kantor BNPB, Jakarta Timur pada Kamis 2 Januari 2020.

    BPPT mentargetkan pengurangan sekitar 30-50 persen hujan yang diperkirakan akan jatuh di Jabodetabek. Hal ini dianggap perlu lantaran saat ini Jabodetabak sudah sangat basah. "Banyak genangan di mana-mana, kalo sampai terjadi hujan ini tentu akan menambah penderitaan kita," ujar Seto.

    Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Marsma TNI Jorry Soleman Koloay mengatakan pihaknya akan mengerahkan dua pesawat yaitu pesawat Casa dan CN 295, paling lambat besok pagi. "Pagi ini disiapkan mudah-mudahan siang digerakkan, melihat wilayah dan area untuk hujan buatan. Nanti kita lihat hasil dari BPPT diharapkan bagus."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.