Ketua DPR akan Tanyai Mahfud MD Soal Pencekalan Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani bersama Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pada acara Serah Teriba Jabatan di Gedung  PMK, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Muhadjir Effendy resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada (21/10) Rabu lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani bersama Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pada acara Serah Teriba Jabatan di Gedung PMK, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019. Muhadjir Effendy resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada (21/10) Rabu lalu. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan akan menelepon langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md untuk menanyakan langsung mengenai isu pencekalan terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. "Nanti saya tanya Pak Mahfud, saya telepon. Pak Mahfud kan seharusnya akrab sama Habib Rizieq Shihab," kata politikus PDIP ini di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, Effendi Simbolon juga meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meluruskan isu itu dalam rapat kerja Komisi I dengan Menteri Luar Negeri di DPR. "Ibu, ini titipan. Mohon penjelasan terkait status pencekalan Saudara Habib Rizieq. Terima kasih, Bu," kata Effendi Simbolon.

    Wakil Ketua Komisi I Teuku Riefky Harsya mengatakan, Retno akan menjawab isu itu secara tertutup. "Tadi sudah disampaikan Ibu Menteri, akan dijawab secara tertutup," ujar Riefky selaku pimpinan sidang hari ini.

    Dalam video YouTube di Chanel Front TV, yang ditayangkan dalam telekonferensi pada acara Maulid Nabi Muhammad di DPP FPI 8 November 2019, Rizieq menunjukkan dua lembar kertas yang disebutnya sebagai surat pelarangan keluar dari Arab Saudi terhadap dirinya. Kertas pertama disebut Rizieq berisi salinan visa dan kertas kedua berisi salinan surat pencegahan dirinya ke luar negeri.

    Saat Rizieq Shihab membacakan isi kertas yang kedua, ia mengatakan di dalamnya ada alasan pemerintah Arab mencegahnya karena alasan keamanan. Ia menuding pemerintah Indonesia selalu menghalanginya untuk pulang ke Indonesia.

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengaku tak mengetahui isu permintaan untuk mencekal Rizieq Shihab kepada pemerintah Arab Saudi. Ia malah mempertanyakan kebenaran kabar itu. "Saya tanya-tanya semuanya, enggak ada yang tahu tuh surat itu. Kirimkan saja ke saya, bisa fotokopinya, kan gampang," kata Mahfud saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.