300 Nama Calon Menteri, Jokowi Minta Maaf untuk yang Tak Terpilih

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (keempat kanan) berfoto bersama calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (keempat kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (keempat kanan) berfoto bersama calon-calon wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sebelum acara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi curhat tentang sulitnya dia dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memutuskan para calon menteri Kabinet Indonesia Maju. Ada 300 nama yang disodorkan kepadanya sedangkan jumlah kementerian menurut undang-undang paling banyak hanya 34.

    Saat memilih calon menteri, dia dan Ma'ruf harus mempertimbangkan keterwakilan sejumlah aspek seperti latar belakang agama, suku, asal daerah, partai politik, dan lainnya.

    Jokowi mengaku sadar mungkin yang senang dan gembira hanya 34 yang dilantik. “Yang kecewa berarti lebih dari 266, artinya yang kecewa lebih banyak dari yang senang," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Besar X Ormas Pemuda Pancasila di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019.

    Acara pembukaan Musyawarah Besar X Ormas Pemuda Pancasila ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang. Seperti diketahui dari susunan Kabinet Indonesia Maju, masih ada tiga partai pendukung Jokowi-Ma'ruf yang belum ada perwakilannya. Salah satunya Hanura.

    Seperti mengarah kepada Oesman, Jokowi menyampaikan permohonan maafnya. "Mungkin di sebagian yang hadir juga ada yang kecewa. Mohon maaf karena tempatnya cuma 34 (kementerian)."

    Menurut Jokowi, hal ini konsekuensi sistem demokrasi. "Ada yang menang ada yang kalah dalam pemilihan. Itulah meritokrasi, ada yang terpilih ada yang tidak karena memang lewat sistem seleksi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.