YLBHI Sebut Wiranto dan Jaksa Agung Merupakan Rapor Merah Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota serikat buruh memegang poster kecaman atas penyerangan yang terjadi di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pada 17 September silam, para serikat buruh kemudian menyatakan sikap dan ikut bersolidaritas terhadap Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di kantor LBH Jakarta, 224 September 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    Anggota serikat buruh memegang poster kecaman atas penyerangan yang terjadi di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pada 17 September silam, para serikat buruh kemudian menyatakan sikap dan ikut bersolidaritas terhadap Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di kantor LBH Jakarta, 224 September 2017. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur memaparkan 3 kesalahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam aspek penegakan hukum dan HAM di masa pemerintahan periode pertama.

    Pertama, Isnur mengatakan Jokowi menyakiti hati para keluarga korban pelanggaran HAM masa lalu dengan mengangkat Wiranto menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

    "Itu satu catatan yang sangat buruk dalam sejarah HAM di indonesia. Bagaimana mungkin dia bisa mengungkap pelanggaran HAM berat di masa lalu kalau menjabat Menkopolhukam?" kata Isnur dalam diskusi bertajuk 'Habis Gelap Terbitlah Kelam' di Jakarta Pusat pada Senin, 14 Oktober 2019.

    Padahal, kata Isnur, dalam program Nawacita, Jokowi berjanji bakal menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.