Fakta-fakta Kasus Wawan yang Segera Disidangkan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, terpidana kasus suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, di Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. Wawan terbukti menyuap Mantan Ketua MK, Akil Mochtar, sebesar Rp 1 miliar melalui advokat Susi Tur Andayani, terkait sengketa Pilkada Lebak di MK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, terpidana kasus suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, di Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. Wawan terbukti menyuap Mantan Ketua MK, Akil Mochtar, sebesar Rp 1 miliar melalui advokat Susi Tur Andayani, terkait sengketa Pilkada Lebak di MK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menyelesaikan penyidikan untuk kasus tindak pidana pencucian uang atau TPPU dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardhana. /Pria yang akrab disapa Wawan ini merupakan adik dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

    Penyidik KPK pada hari ini akan menyerahkan kasus Wawan dan berkas tiga perkara ke penuntutan atau tahap II. Tiga perkara yang diserahkan, yakni korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2012, korupsi pengadaan sarana dan prasarana kesehatan di lingkungan Pemprov Banten Tahun 2011-2013, dan TPPU.

    "Persidangan direncanakan akan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Berikut fakta-fakta kasus yang menjerat Wawan;

    1. Terjerat Tiga Kasus Korupsi, Diperiksa 23 Kali dan Libatkan 553 Saksi

    KPK menjerat Wawan dalam tiga kasus korupsi yakni; korupsi pengadaan alat kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat Kota Tangerang Selatan pada 2012, korupsi pengadaan sarana-prasarana kesehatan di Provinsi Banten 2011-2013 dan TPPU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.