Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Wawan Jadi 7 Tahun

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus tindak pidana pencucian uang dan korupsi Tubagus Chaeri Wardana menjalani sidang pembacaan vonis yang disiarkan secara

    Terdakwa kasus tindak pidana pencucian uang dan korupsi Tubagus Chaeri Wardana menjalani sidang pembacaan vonis yang disiarkan secara "live streaming" di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 16 Juli 2020. Majelis Hakim memvonis Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dengan pidana empat tahun penjara, dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan penjara, serta membayar uang pengganti Rp58.025.103.859 karena terbukti melakukan korupsi sebagaimana dakwaan pengadaan alat kesehatan Tahun 2005 - 2012. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan menjadi 7 tahun. Sebelumnya, Wawan hanya dihukum 4 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dalam kasus pengadaan alat kesehatan.

    “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 tahun,” seperti dikutip dari website Mahkamah Agung, Kamis, 17 Desember 2020.

    Selain penjara, majelis hakim menghukum Wawan membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 58,025 miliar. Bila tidak dibayar, maka harta Wawan akan disita, bila tidak cukup maka akan dipidana dengan kurungan setahun kurungan.

    Hakim menyatakan Wawan terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi. Akan tetapi, hakim menyatakan tidak terbukti melakukan pencucian uang.

    Majelis hakim banding diketuai oleh Andriani Nurdin dengan hakim anggota Jeldi Ramadhan, Anthon R. Saragih, Singgih Budi Prakoso, dan Mochammad Lutfi. Putusan dibuat dan dibacakan pada 16 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.