Kerusuhan Manokwari Bikin Pejabat Polda Terluka

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga personel Kepolisian terluka dalam kerusuhan Manokwari, Papua Barat, siang ini, Senin, 19 Agustus 2019.

    Mereka terluka akibat lemparan batu demonstran di Ibukota Provinsi Papua Barat tersebut. "Saat ini dari aparat Kepolisian ada 3 orang korban," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

    Dedi menerangkan bahwa salah satu polisi yang terluka adalah Kepala Biro Operasional Polda Papua Barat Komisaris Besar Mohamad Sagi. Ia kena timpuk batu saat bernegosiasi dengan para demonstran agar menghentikan aksi.

    Dalam negosiasi itu hadir pula Kepala Polda Papua Barat, Panglima Kodam Kasuari, dan Wakil Gubernur Papua Barat.

    "Pada saat negoisasi antara Pak Wagub, Kapolda, Pangdan dan demonstran ada provokasi lemparan batu dari masyarakat."

    Kerusuhan Manokwari pecah pada Senin, 19 Agustus 2019. Sejumlah fasilitas umum dirusak, salah satunya Gedung DPRD Papua Barat yang dibakar oleh massa.

    Kerusuhan ini diduga merupakan buntut dari protes warga Manokwari atas perlakuan aparat keamanan atas mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang pada 15 dan 17 Agustus 2019.

    Penggerebekan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya dilakukan oleh aparat TNI diikuti pengepungan Satpol PP dan ormas. Sebanyak 43 mahasiswa digelandang ke Kantor Polres Surabaya. Penggerebekan dipicu laporan perusakan Bendera Merah Putih. Di Malang. terjadi bentrokan polisi dengan mahasiswa asal Papua yang berdemonstrasi pada 15 Agustus 2019.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?