FPI Jelaskan Alasan Ada Ijtima Ulama 4

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara FPI Munarman berbicara dalam sidang pendahuluan UU Ormas di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 15 Januari 2018. Dalam sidang tersebut, Munawarman menyampaikan, lima poin petitum atau hal yang diminta kepada hakim untuk dikabulkan dikarenakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI). TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Juru Bicara FPI Munarman berbicara dalam sidang pendahuluan UU Ormas di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 15 Januari 2018. Dalam sidang tersebut, Munawarman menyampaikan, lima poin petitum atau hal yang diminta kepada hakim untuk dikabulkan dikarenakan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (UUD NKRI). TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman menegaskan pelaksanaan Ijtima Ulama ke-4 mengusung semangat perjuangan dan tata nilai antidiskriminasi, antikecurangan dan antikezaliman.

    “Sejak awal para ulama ingin memperjuangkan keadilan dan kesamaan, kepada yang lemah kami bantu dan kuat kami persilakan untuk berusaha sendiri di semua bidang,” kata Munarman dalam jumpa pers persiapan Ijtima Ulama ke-4 di Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.

    Munarman menegaskan sejak awal para ulama memperjuangkan tentang tata nilai. Ia menuturkan ulama tak fokus atau tidak terseret dalam politik praktis perebutan kekuasaan.

    Dia menjelaskan mengapa para ulama sebelumnya ikut terlibat dalam kompetisi pemilu karena saat itu beranggapan adanya kandidat dalam kontestasi pemilu yang dapat menyalurkan aspirasi tegaknya keadilan tersebut.

    “Kenapa para ulama memperjuangkan keadilan, karena dalam sudut pandang mereka, umat Islam lah yang menderita, akibat ketidakadilan itu,” tegas Munarman.

    Munarman mengatakan Ijtima Ulama keempat untuk melakukan konsolidasi di kalangan ulama karena sejak awal pelaksanaan ijtima dan pengambilan keputusan dari berbagai bidang salah satunya bidang politik.

    “Karena bidang politik yang saat ini sangat seksi, makanya akan lebih banyak menarik perhatian. waktu itu momentumnya bertepatan dengan pemilu khususnya pilpres,” jelas Munarman.

    Munarman mengatakan, dalam Ijtima Ulama, mereka juga ingin melakukan evaluasi terkait seluruh keputusan yang sudah dilakukan. Serta sejauh mana perkembangan untuk pelaksanaan apa yang telah diputuskan selama ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.