GP Ansor Tegur Pengurus Tegal yang Keberatan Ceramah Hanan Attaki

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) memperkenalkan anggotanya saat pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan pihaknya ingin memberikan pandangan terkait situasi di tanah air dalam perspektif organisasinya. Salah satunya tentang kondisi politik di Indonesia. ANTARA

    Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) memperkenalkan anggotanya saat pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019. Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan pihaknya ingin memberikan pandangan terkait situasi di tanah air dalam perspektif organisasinya. Salah satunya tentang kondisi politik di Indonesia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor meminta maaf atas polemik yang muncul akibat surat keberatan yang dilayangkan GP Ansor Tegal terhadap ceramah, Hanan Attaki di Tegal, Jawa Tengah, Ahad, 7 Juli 2019. Menurut PP GP Ansor, surat itu dibuat tanpa koordinasi dengan pihaknya.

    Baca: Ketua GP Ansor Sebut Putusan MK Berikan Kepastian Hukum

    Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan akan memberikan teguran kepada pengurus cabang GP Ansor Tegal. “Kami akan menegur karena sikap yang diambil tanpa komunikasi dengan struktur di atasnya,” kata Yaqut dihubungi, Senin, 8 Juli 2019.

    Sebelumnya, GP Ansor Tegal melayangkan surat kepada Kepolisian Resor Kota Tegal pada 5 Juli 2019. Surat itu berisi keberatan GP Ansor atas kehadiran Attaki dalam acara bertajuk Sharing Time yang digelar di Hotel Bahari Inn, Tegal, pada 7 Juni 2019. Ansor Tegal menilai Attaki kerap berceramah yang mengandung unsure profokatif. Surat itu disebut-sebut sebagai penyebab batalnya Attaki melakukan ceramah di Tegal, hari itu.

    Menurut, Yaqut surat keberatan yang dilayangkan oleh GP Ansor Tegal kepada polres adalah hal yang wajar. Ia menyangkal bahwa pihaknya mengerahkan massa untuk membubarkan acara itu.

    Baca: Hanan Attaki: Antara Kupluk, Durian dan Piala Dunia

    Dia menilai ada pihak yang ingin memperburuk citra GP Ansor dengan menghembuskan isu bahwa mereka membubarkan acara. “Saya duga ada pihak yang tidak senang dengan GP Ansor dan sedang memperkeruh suasana,” kata Yaqut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.