Jumlah Pendaftar Capim KPK, Masih Kalah Banyak Dibanding 2015

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) usai bertemu dengan pimpinan KPK, pada Rabu, 12 Juni 2019 TEMPO/Andita Rahma

    Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) usai bertemu dengan pimpinan KPK, pada Rabu, 12 Juni 2019 TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih, mengatakan telah 93 orang yang mendaftarkan diri sebagai capim hingga Senin, 1 Juli. Saat ini pendaftaran capim KPK hanya menyisakan tiga hari, karena akan ditutup pada 4 Juli.

    Baca juga: Polri Keluarkan Nama Perwiranya untuk Daftar ke Pansel KPK Juli

    "Tadi sore jam 16.0 WIB, 93 orang telah mendaftar, yang didominasi dosen dan pengacara," kata Yenti saat ditemui di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di Jakarta Pusat.

    Yenti mengatakan 93 orang ini memiliki latar belakang beragam, yakni 22 orang berasal dari kalangan dosen, 20 dari advokat, dan dua orang dari kepolisian. Selain itu, ada pula yang berlatar belakang perpajakan, pensiunan jaksa, hingga orang keuangan.

    Angka ini masih jauh di bawah total pendaftaran tahap awal di tahun 2015 silam yang sebanyak 234 orang. Setelah diperpanjang, angkanya bahkan melonjak hingga lebih dari 400 orang.

    Meski masih jauh dari tahun 2015, Yenti optimistis jumlah pendaftar akan melonjak. Untuk hari ini saja, jumlah pendaftar mencapai 22 orang. Yenyi mengatakan opsi perpanjangan waktu pendaftaran tetap terbuka. "Kami tidak hanya melihat kuantitas, kalau dari kualitas sudah cukup tidak diperpanjang," kata Yenti.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.