TKN: Jokowi Mungkin Komunikasi dengan Prabowo di Bangkok, Tapi...

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bertopeng Capres Cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melakukan aksi pesan damai di Solo, Jawa Tengah, Ahad, 21 April 2019. Aksi tersebut mengajak masyarakat untuk menunggu hasil rekapitulasi dan menghormati keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). ANTARA/Mohammad Ayudha

    Warga bertopeng Capres Cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melakukan aksi pesan damai di Solo, Jawa Tengah, Ahad, 21 April 2019. Aksi tersebut mengajak masyarakat untuk menunggu hasil rekapitulasi dan menghormati keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). ANTARA/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Arsul Sani membenarkan bahwa calon presiden Prabowo Subianto berada di Bangkok, Thailand, kala Jokowi juga berada di Negeri Gajah Putih itu. Namun Arsul mengatakan Prabowo tak sempat bertemu dengan Jokowi.

    Baca: Putusan MK Jokowi Menang, Demokrat Anggap Koalisi Prabowo Bubar

    "Yang saya dapat infonya adalah Pak Prabowo memang ada di sana, tapi tidak bertemu karena jadwal Pak Jokowi kan juga padat," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.

    Prabowo dikabarkan singgah di Bangkok pada Rabu, 26 Juni lalu sepulangnya dari Jerman. Sedangkan Jokowi berada di Bangkok sejak Sabtu, 22 Juni lalu untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.

    Kendati Jokowi dan Prabowo tak bertemu, Arsul tak menampik ada kemungkinan keduanya berkomunikasi melalui orang lain. "Tapi apakah ada komunikasi katakanlah dari orang dekat Pak Prabowo dengan orang dekat Pak Jokowi yang ikut di sana, kemungkinan itu ada. Bisa saja begitu. Tapi kalau bertemu, tidak," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ini.

    Arsul sebelumnya mengatakan ada sejumlah orang yang menjadi penghubung antara Jokowi dan Prabowo. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, dan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan.

    Namun di luar ketiga nama itu, kata dia, orang-orang di sekitar Jokowi dan Prabowo juga kerap berkomunikasi secara informal. Arsul mencontohkan, dirinya juga akrab dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang juga Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Arsul dan Dasco sama-sama duduk di Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat.

    "Kami yang di DPR kan juga saling berkomuniaksi. Saya dengan Pak Dasco, kayak begitu kan tentu Pak Prabowo itu punya pesan atau punya perspektif yang mungkin disampaikan kepada berapa orang. Orang ini dengan ini, ini dengan ini. Nyambung gitu lah," kata Arsul.

    Menurut Arsul, Jokowi selama ini tak secara khusus menugasi seseorang untuk menjadi penghubung dengan Prabowo. Namun pernyataan Jokowi dalam sejumlah kesempatan ihwal keinginan bertemu Prabowo, kata Arsul, kemudian memunculkan inisiatif dari sejumlah orang untuk berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu.

    Ihwal komunikasi yang dijalin Budi Gunawan, Arsul mengatakan hal tersebut lazim saja. Toh kata Arsul, di kubu Prabowo juga banyak orang yang berlatar belakang intelijen.

    Baca: Kubu Prabowo Sebut Berjuang Tak Harus Gabung Koalisi Jokowi

    "Dilihat dari logika bahwa yang berkomunikasi itu banyak, artinya ya semua aja lah. Kita pengen udahlah, capek berseteru terus begitu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.