Di Dewan Pers, Tempo Sebut Laporan Majalah Sudah Terverifikasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen Purn. Chairawan bersalaman dengan anggota Dewan Pers usai melaporkan Majalah Tempo di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019. Herdiansyah menganggap redaksi Majalah Tempo melanggar kode etik jurnalistik sehingga mendesak agar meminta maaf kepada kliennya, Chairawan. TEMPO/Subekti.

    Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen Purn. Chairawan bersalaman dengan anggota Dewan Pers usai melaporkan Majalah Tempo di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019. Herdiansyah menganggap redaksi Majalah Tempo melanggar kode etik jurnalistik sehingga mendesak agar meminta maaf kepada kliennya, Chairawan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perwakilan Majalah Tempo memenuhi panggilan Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juni 2019. Pemanggilan ini terkait laporan dari eks Komandan Tim Mawar, Mayor Jenderal (purnawirawan) Chairawan, soal tulisan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019.

    Baca juga: Dewan Pers Gelar Sidang Perdana Laporan terhadap Majalah Tempo

    Di pertemuan itu, Tempo ditanyai terkait proses penulisan laporan yang membahas dugaan keterlibatan mantan anggota Tim Mawar, dalam kerusuhan di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

    "Kami menjelaskan semua yang ada di majalah tempo edisi judul Tim Mawar dan rusuh Sarinah itu adalah produk jurnalistik yang sudah melalui proses verifikasi. Jadi kami jelaskan bagaimana informasi awal kami jelaskan," kata Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso di Kantor Dewan Pers Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019.

    Budi mengatakan tiap data yang diperoleh Tempo telah dikroscek ke banyak sumber. "Sehingga apa yang sudah kami verifikasi adalah yang kami tulis," kata dia.

    Bahkan Budi menyebut laporan yang saat ini telah beredar di masyarakat baru 30 persen dari informasi yang Tempo miliki. Sedangkan 70 persen sisanya tidak dituliskan karena proses verifikasinya belum selesai.

    Dalam pertemuan itu, Budi mengatakan Dewan Pers menitikberatkan pada pemilihan kata Tim Mawar dalam judul di sampul depan dan beberapa laporan utama.

    Baca juga: Pengamat: Tim Mawar Adukan Tempo ke Dewan Pers Langkah Final

    Budi mengatakan nama Tim Mawar ini muncul dari ucapan Fauka Noor Farid, eks anggota Tim Mawar, yang diwawancarai Tempo.

    "Jadi ya sebenarnya (penggunaan) Tim Mawar ini cara komunikasi kita mendekatkan ini siapa sih Fauka. Kalau kita nulis Fauka kan siapa ini? Jadi itu jelas bahasa jurnalistik kan, kita tidak menulis secara negatif," kata Budi.

    Sebelum Tempo diperiksa, Dewan Pers telah terlebih dulu menanyai Chairawan dan tim kuasa hukumnya. Rencananya hasil akhir keputusan Dewan Pers akan ditentukan dari rapat pleno yang digelar pekan depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Bebas Visa bagi Indonesia di Brasil dan Empat Negara

    Sejumlah negara baru saja mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi para pemegang paspor Indonesia, bukti bahwa paspor Indonesia semakin kuat di dunia.