Pelaku Bom Kartasura Beli Komponen Minta Uang Orang Tua

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara lokasi kejadian bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 3 Juni 2019. Ledakan bom Kartasura, Sukoharjo menyebabkan satu orang terluka cukup parah. Korban diduga pelaku peledakan yang terjadi pada Senin malam 3 Juni 2019. ANTARA

    Petugas Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara lokasi kejadian bom bunuh diri di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 3 Juni 2019. Ledakan bom Kartasura, Sukoharjo menyebabkan satu orang terluka cukup parah. Korban diduga pelaku peledakan yang terjadi pada Senin malam 3 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Semarang - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel mengatakan pelaku bom Kartasura, Rofik Asharudin (22), merakit bom dengan minta uang orang tuanya. Rofik berusaha meledakkan bom itu di Pos Pantau Polres Sukoharjo di simpang Kartasura, Senin malam.

    Baca: Pelaku Bom Kartasura Gunakan Jenis Bom Pinggang

    "Beli komponen dari uang minta orang tua, belinya dicicil," kata dia di Semarang, Rabu.

    Menurut dia, komponen bom yang ditemukan di lokasi kejadi sama persis dengan komponen yang diamankan polisi saat menggeledah rumah pelaku di Kranggan Kulon, Wirogunan, Kabupaten Sukoharjo.

    Menurut dia, bom yang digunakan pelaku tergolong sebagai low explosive dengan bahan baku black powder. "Diledakkan secara manual," kata dia.

    Pelaku juga diketahui belajar sendiri tentang cara membuat bahan peledak dan diaplikasikan sendiri di rumahnya.

    Ia menambahkan Rofik merupakan pelaku tunggal yang tidak terkait dengan jaringan teroris mana pun.

    Baca: Cerita Saksi Saat Ledakan Bom Kartasura

    Pelaku bom Kartasura ini dibaiat sendiri pada akhir 2018 setelah intensif berkomunikasi dengan pimpinan ISIS di Suriah melalui media sosial. Ledakan diduga bom bunuh diri mengguncang Pos Pantau Polres Sukaharjo di persimpangan Kartasura pada Senin malam, 3 Juni 2019. 
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.