Pelaku Bom Kartasura Gunakan Jenis Bom Pinggang

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polda Jateng Irjen Rycko Amelza memantau penggeledahan rumah di Kartasura, Sukoharjo, Selasa Dinihari 4 Juni 2019. Rumah tersebut ditinggali Rofik, pria yang diduga meneror pos polisi. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    Kepala Polda Jateng Irjen Rycko Amelza memantau penggeledahan rumah di Kartasura, Sukoharjo, Selasa Dinihari 4 Juni 2019. Rumah tersebut ditinggali Rofik, pria yang diduga meneror pos polisi. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, terduga pelaku serangan bom bunuh diri ke Pos Polisi di Simpang Tiga TuguKartasura atau Bom Kartasura, Rofik Asharudin menggunakan jenis bom pinggang.

    "Sehingga ketika terjadi ledakan yang melukai yang bersangkutan adalah sebagian perut dan tangan sebelah kanan," ujar Dedi di kantornya, Selasa, 4 Juni 2019.

    BACA: Terduga Pelaku Bom Kartasura Dilarikan ke RS Bhayangkara

    Menurut Dedi, Rofik masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang. Akan tetapi, kondisinya sudah mulai stabil dan mampu berkomunikasi. Meski demikian, dia mengklaim, polisi masih menunda pemeriksaan hingga masa pemulihan selesai.

    "Apabila nanti sudah betul-betul pulih akan didalami lagi tentang yang bersangkutan," ucap Dedi.

    BACA: Terduga Pelaku Bom Kartasura Seorang Pengangguran

    Sebelumnya, Rofik diduga hendak menyerang tujuh polisi yang tengah bertugas menjaga dan membantu kelancaran lalu lintas di Pospol Kartasura, pukul 22.30 WIB, 3 Juni lalu. Serangan tersebut, seluruh anggota polisi berhasil selamat. Sedangkan Rofik ditemukan mengalami luka parah dan bersimbah darah di lokasi kejadian.

    Kepolisian sendiri telah melakukan penyelidikan dengan olah tempat kejadian perkara dan penggeledahan di rumah Rofik, Dusun Kranggan Kulon, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.