Satgas Tinombala Temukan Tempat Singgah Ali Kalora di Hutan Poso

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 10-nas-operasiTinombala

    10-nas-operasiTinombala

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Tinombala mengklaim telah berhasil mendeteksi keberadaan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora yang berada di kawasan hutan Poso, Sulawesi Tengah.

    Baca juga: Jika Ali Kalora Tak Menyerah, Polri Gunakan Pendekatan Keras

    Bahkan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, pihaknya sudah menemukan posko yang diduga menjadi tempat singgah kelompok pimpinan Ali Kalora tersebut. Posko tersebut berada di jalur Poso dan Parimo.

    "Kami temukan cukup banyak barang bukti, seperti beberapa pakaian, peralatan, alat penerangan, sampai alat komunikasi. Semua kami sita," ucap Dedi di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 25 Februari 2019.

    Sebelumnya, Satgas Tinombala menangkap satu orang kurir logistik kelompok teroris Ali Kalora cs. Kurir inilah yang menyediakan bahan makanan bagi 14 anggota kelompok yang beroperasi di hutan dan pegunungan di Sulawesi Tengah itu. Kurir yang dibekuk di Parigi Moutong itu membawa beras, mi instan, dan telur. Ia masuk ke hutan membawa logistik dengan cara dipikul.

    Saat ini, Satgas Tinombala masih terus melakukan penyisiran dan pengejaran ke titik-titik yang dicurigai menjadi tempat persembunyian kelompok Ali di Parigi Moutong dan Poso.

    Polri pun telah mengultimatum kelompok Ali Kalora ini untuk menyerahkan diri sebelum tanggal 29 Januari 2019. Ultimatum itu, salah satunya, ditulis dalam selebaran yang disebar melalui udara dan darat.

    Baca juga: Satgas Tinombala Tunggu Perintah Kapolda untuk Serang Ali Kalora

    Ali Kalora cs kembali menjadi sorotan publik setelah aksinya membunuh dan memutilasi penambang emas di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2018 lalu. Diduga aksi tersebut untuk mengundang aparat kepolisian mendatangi lokasi. Jasad warga yang dipenggal kepalanya itu ditemukan pada 30 Desember 2019 sekitar pukul 11.00 WITA.

    Keesokan harinya, mereka menembaki petugas kepolisian yang tengah olah TKP dan mengevakuasi jasad korban mutilasi. Dua anggota mengalami luka tembak akibat peristiwa tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.