Satgas Tinombala Tunggu Perintah Kapolda untuk Serang Ali Kalora

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob berpatroli menyisir wilayah Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Patroli rutin yang disebut operasi Camar Maleo ini digelar selama tiga bulan dan akan berakhir pada 26 Maret. ANTARA/Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob berpatroli menyisir wilayah Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Patroli rutin yang disebut operasi Camar Maleo ini digelar selama tiga bulan dan akan berakhir pada 26 Maret. ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.CO, Jakarta - Upaya preventif Satuan Tugas Tinombala dalam pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora berakhir hari ini, 29 Januari 2019. Meski begitu, Satgas Tinombala masih menunggu instruksi Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Lukman Wahyu Harianto untuk menyerbu kelompok pimpinan Ali Kalora tersebut.

    "Untuk saat ini masih menunggu Pak Ketua, karena hari ini Pak Kapolda masih ikut Rapat Pimpinan TNI-Polri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa, 29 Januari 2019.

    Berita terkait: Satgas Tinombala Sebar Foto Keluarga Pancing Kelompok Ali Kalora

     

    Saat ini, Satgas Tinombala telah bersiaga di sekitar lokasi persembunyian Ali Kalora cs. Menurut Dedi, setelah acara Rapat Pimpinan TNI-Polri 2019 usai, Kapolda Sulawesi Tengah segera menuju Parigi Moutong dan Poso, tempat kelompok MIT bersembunyi.

    Sebelumnya, Polri telah mengultimatum Ali Kalora cs untuk menyerahkan diri sebelum tanggal 29 Januari 2019. Ultimatum itu salah satunya ditulis dalam selebaran yang disebar melalui udara dan darat di wilayah pegunungan biru, Sulawesi Tengah yang disinyalir sebagai tempat persembunyian mereka.

    Jika tak kunjung menyerahkan diri hingga waktu yang ditentukan, Satgas Tinombala akan melakukan operasi penyerbuan ke sarang Ali Kalora cs.

    Ali Kalora cs menjadi sorotan publik setelah aksinya membunuh dan memutilasi warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2018 lalu. Diduga aksi tersebut untuk mengundang aparat kepolisian mendatangi lokasi.

    Keesokan kelompok Ali Kalora, mereka menembaki petugas kepolisian yang tengah olah TKP dan mengevakuasi jasad korban mutilasi. Dua anggota mengalami luka tembak akibat peristiwa tersebut.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.