Said Aqil Sebut Ahmad Dhani Sudah Menyakiti Nahdlatul Ulama

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Ahmad Dhani (kiri) mengenakan blangkon dalam sidang pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019. ANTARA/Putra Haryo Kurniawan

    Terdakwa Ahmad Dhani (kiri) mengenakan blangkon dalam sidang pembacaan replik dari Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019. ANTARA/Putra Haryo Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU Said Aqil Siradj mengatakan musikus Ahmad Dhani sudah menyakiti Nahdlatul Ulama dan nahdliyin. Said mengatakan Dhani bukan merupakan warga NU.

    Baca juga: Surat Ahmad Dhani: Yang Pertama untuk Media, Kedua buat Mama

    Sebelumnya Ahmad Dhani sempat dikalungkan sorban oleh Agus Solachul A’am Wahid atau Gus Aam di sela menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Kamis, 14 Februari 2019. Ahmad Dhani kini sedang menjalani sidang kasus pencemaran nama baik di Surabaya. Dhani sementara ditahan di Rumah Tahanan Medaeng, Surabaya.

    "Barin saja. Sudah menyakiti NU, bukan warga NU dong Mas," kata Said Aqil di acara Rakornas ke-4 PP NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Diponegoro, Maguwoharjo, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 15 Februari 2019.

    Kiai asal Cirebon ini juga menyebut beberapa kali Ahmad Dhani menyakiti warga NU. Ketika sedang menggelar konser dengan band-nya, sempat diprotes oleh Front Pembela Islam (FPI).

    “Ketika nyanyi karpetnya ada kaligrafi katanya mirip tulisan Allah. Dibela oleh Gus Dur, saya juga, Hasyim Muzadi saat itu (juga membela). Dia kemudian mendekati kantor PBNU, dan masuk ke pengurus Les Bumi (salah satu lembaga NU)," kata dia.

    Baca juga: 3 Alasan Ahmad Dhani Minta Kembali ke Cipinang Versi Pengacara

    Namun kemudian beredar video yang berisi pidato Ahmad Dhani soal Nasakom atau nasionalis, agama, komunis, yang menurutnya didukung PKI dan Nahdlatul Ulama.

    “Sekarang menyatakan nasakom, ya biarin saja. Nggak usah dimasukin, nanti kualat sendiri," kata Said Aqil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.