Marzuki Kill The DJ Bawa Hak Cipta untuk Bukti Laporan ke Polisi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Marzuki Mohammad datangi Polda DIY melaporkan dugaan plagiat atas lagu Jogja Istimewa ciptaannya yang digunakan untuk kampanye pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Selasa, 15 Januari 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Musisi Marzuki Mohammad datangi Polda DIY melaporkan dugaan plagiat atas lagu Jogja Istimewa ciptaannya yang digunakan untuk kampanye pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Selasa, 15 Januari 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi Marzuki Mohammad yang kondang dengan nama panging Marzuki Kill The DJ melaporkan akun media sosial pendukung Prabowo - Sandi yang menyebarkan video lagu Jogja Istimewa yang telah diubah liriknya ke Polda DIY, Selasa 15 Januari 2019.

    Laporan dari Marzuki Kill The DJ itu telah diterima Polda DIY dengan bukti berupa Surat Pengaduan bernomor SIM 750214480720 tertanggal 15 Januari 2019. Adapun terlapor akun twiter dan intagram atas nama @CakKhum. Dalam laporan itu, Marzuki didampingi kuasa hukumnya Hilarius Ngajimerro membawa serta sejumlah bukti untuk mendukung laporannya.

    Berita terkait:

    Cerita Lahirnya Lagu Jogja Istimewa Marzuki Kill

    Marzuki Kill The DJ, 5 Sepak Terjangnya di Ranah Sosial-politik

    Salah satu bukti yang dibawa antara lain Surat Pendaftaran Ciptaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bernomor C22201400010 tertanggal 05 Maret 2014. Dalam surat itu tercantum bahwa penyanyi bernama asli Mohammad Marjuki itu pemegang hak cipta lagu berjudul Jogja Istimewa.

    Selain itu Marzuki dan kuasa hukum juga membawa bukti video lagu Jogja Istimewa yang sudah diubah lirik lagunya oleh akun diduga kuat pendukung Prabowo - Sandi. Akun yang dianggap pertama kali menyebarkan itu atas nama @cakkhum di twiter dan instagram.

     “Laporan ini masih tahap pengaduan, masih penyelidikan dulu apakah memenuhi unsur pidananya atau tidak,” ujar kuasa hukum Marzuki, Hilarius usai pelaporan. Jika memang ada unsur pidananya maka penyidik akan meneruskan prosesnya ke tahap penyidikan dan pihaknya baru resmi membuat laporan pengaduan.  

    Hilarius menuturkan, proses untuk mengungkap siapa dibalik akun yang menyebarkan video itu menjadi kewenangan penuh kepolisian. “Sebagai pelapor kami akan bantu cari siapa pelakunya di balik akun itu, tapi kami yakin polisi lebih punya instrument untuk menyelidikinya.”

    Hilarius menuturkan, ada dua pasal yang bisa dipakai untuk menjerat pelaku yang menyebarkan video ubahan Jogja Istimewa itu. Yakni Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Hak Cipta. Di mana ancaman pidana untuk UU ITE yakni maksimal 9 tahun penjara sedangkan UU Hak Cipta maksimal 4 tahun penjara serta denda maksimal Rp 1 miliar.

    Marzuki Kill The DJ tidak terima lagu tersebut digunakan baik untuk kampanye baik Jokowi-Maruf Amin maupun Prabowo-Sandi. “Kasus seperti ini (mengambil lagu tanpa izin) bukan sekali dua kali, saya juga pernah mensomasi Pemda DIY karena pernah menggunakan lagu itu tanpa ijin untuk suatu acara,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?