100 Hari Kerja, Ridwan Kamil Akui Ada Target yang Meleset

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Desa Digital di desa Puntang Kecamatan Losarang, Indramayu, Senin (10/12/2018). Desa digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan informasi. (istimewa)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Desa Digital di desa Puntang Kecamatan Losarang, Indramayu, Senin (10/12/2018). Desa digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan informasi. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, Ridwan Kamil genap 100 hari menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat bersama Uu Ruzhanul Ulum sebagai wakilnya. Ridwan mengatakan, ia mengembalikan semuanya ke masyarakat apakah inovasi-inovasi yang dibuatnya sesuai dengan ekspektasi atau tidak.

    Baca juga: Eks Dirut BJB Meneteskan Air Mata Saat Dicopot Ridwan Kamil

    Ridwan Kamil mengaku, dirinya sengaja memperkenalkan program-programnya di berbagai daerah dalam 100 hari pertamanya memimpin Jawa Barat untuk menunjukkan arah kebijakannya dalam lima tahun nanti. “Untuk menunjukkan pondasi Jawa Barat 5 tahun ke depan, sedikit tercermin dalam 100 hari,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Kamis, 13 Desember 2018.

    Ridwan Kamil mengaku dirinya sengaja tidak merinci rencananya dalam 100 hari pertamanya sejak di awal menjabat gubernur. “Budaya 100 hari itu bikininan siapa saya gak ngerti. Saya hanya bekerja,” kata dia.

    Kendati demikian, dia mengaku, ada target yang meleset dalam 100 hari pertamanya menjabat. “Ada yang tadinya target 100 hari, tapi ada kendala. Yaitu memasang inovasi Roller Barrier karena tertahan. Karena impor barangnya. Tertahan di Tanjung Priok,” kata Ridwan Kamil.

    Roller Barrier, atau pagar pembatas jalan bersilinder putar itu sempat diunggah di akun media sosial pribadinya pada pertengahan September 2018. Pagar pembatas jalan yang dilihatnya dipasang di Korea Selatan, itu rencananya akan dipasang di jalan-jalan rawan kecelakaan di Jawa Barat.

    Rencana pemasangan pagar itu untuk menekan korban jika terjadi kecelakaan, seperti kecelakaan bus pariwisata yang terjadi di jalur wisata Cikidang, Pelabuhan Ratu, Sukabumi yang menewaskan 21 orang beberpa hari sebelumnya, di bulan itu.

    Ridwan Kamil mengaku, barang yang sudah dipesan itu tertahan Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok. Soal penyebabnya, dia tidak merincinya. “Teknis banget, saya gak hapal. Tapi harusnya sudah beres. Tinggal masalah dokumen,” kata dia.

    Ridwan Kamil berharap pagar tersebut sudah bisa dipasang secepatnya. “Nanti akan dipasang di dua lokasi yang kita anggap percontohan,” kata dia.

    Baca juga: Ridwan Kamil Sulap Kalimalang, Sungai Cileungsi Tak Terpantau

    Sederet program yang diperkenalkan Ridwan Kamil dalam sebulanan terakhir. Diantaranya Program Pesantren Juara lewat satu pesantren satu produk, Jabar Saber (Sapu Bersih) Hoaks untuk memerangi hoaks, Jabar Masagi yakni pendidikan karakter menyasar generasi milenial, Program Layad Rawat untuk layanan perawatan kesehatan langsung ke rumah warga, hingga mendorong pendirian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pangandaran sebagai gambaran visi Jawa Barat provinsi wisata. “Semua dimensi sudah ada,” klaimnya, Rabu, 12 Desember 2018.

    Ridwan Kamil berharap warga bisa menilainya dengan objektif. “Yang positif tolong diapresiasi. Yang kurang-kurang tolong kritisi dengan cara yang baik,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.