Dipolisikan soal Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Bakal Lapor Balik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko bersama Fadli Zon. twitter.com

    Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko bersama Fadli Zon. twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempersilakan siapa saja yang melaporkan dirinya ke polisi ihwal dugaan penyebaran kabar bohong pemukulan Ratna Sarumpaet. Namun, dia pun mengatakan akan balik melaporkan para pihak tersebut ke polisi.

    Baca: Dilaporkan ke MKD Soal Ratna Sarumpaet, Fadli Zon: Salah Alamat

    "Silakan, siapa yang mempolisikan saya akan saya polisikan balik juga," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Fadli Zon dan belasan orang lainnya dilaporkan ke polisi karena dianggap telah menyebarkan hoaks soal pemukulan dan penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ada sejumlah pihak yang melaporkan, di antaranya politikus Partai Kebangkitan Bangsa Farhat Abbas dan anggota advokat Saor Siagian.

    Fadli mengatakan, dia kini tengah mempersiapkan laporan balik. Para pihak yang menyebutnya menyebar hoaks akan dia laporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik. "Saya sedang susun juga semua laporan laporan balik, Farhat Abbas, semua. Saya sedang susun untuk saya laporkan balik, pencemaran," kata dia.

    Baca: Fadli Zon Siap Diadukan ke Polisi - MKD Soal Hoax Ratna Sarumpaet

    Fadli awalnya getol membela Ratna Sarumpaet sebagai korban. Pembelaan itu dia lontarkan melalui cuitan di akun Twitternya, @fadlizon, dan dalam wawancara dengan media massa. Namun, belakangan kepolisian mengungkap bahwa Ratna Sarumpaet berbohong soal pemukulan yang dialaminya. Ratna pun sudah mengakui bahwa dirinya berbohong.

    Kepolisian telah menangkap dan menetapkan Ratna sebagai tersangka. Hari ini, kepolisian juga memeriksa Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais dan putrinya, Hanum Rais. Saat ditanya perihal kemungkinan pemeriksaan terhadap dirinya, Fadli malah balik bertanya.

    "Sekarang ini belum apa-apa kok Pak Amien dipanggil, apa urusannya gitu lho. Selidiki dulu yang benar," ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.