Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu Menjadi 1.558 Orang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban luka-luka gempa bumi Palu dan Donggala menunggu untuk dievakuasi ke Makassar di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Bandara ini dipenuhi ribuan warga yang ingin keluar dari Kota Palu menuju propinsi lain. ANTARA/Abriawan Abhe

    Warga korban luka-luka gempa bumi Palu dan Donggala menunggu untuk dievakuasi ke Makassar di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Bandara ini dipenuhi ribuan warga yang ingin keluar dari Kota Palu menuju propinsi lain. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional merilis data korban gempa dan tsunami Palu menjadi 1.558 orang. Korban berasal dari Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

    Baca: JK Cek Penanganan Dampak Gempa dan Tsunami Palu Hari Ini

    Selain korban meninggal, BNPB merinci jumlah korban lain. Mereka menyebut korban hilang 113 jiwa, korban tertimbun 152 jiwa, korban luka-luka 2.549 jiwa, dan pengungsi 70.821 jiwa yang berada di 147 titik pengungusian.

    “BNPB dalam melakukan evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban dibantu oleh TNI, Polri, Basarnas, Kementerian ESDM dan relawan,” dikutip dari keterangan resmi BNBP di akun Twiter, @BNPB_Indonesia, pada Kamis, 4 Oktober 2018, pukul 17.00 WIB.

    Rumah rusak akibat gempa dan tsunami, tercatat 65.733 rumah. Sementara itu infrastruktur yang rusak, di antaranya adalah Jembatan Kuning, Bandara Mutiara Al Jufri, Hotel Roa-Roa, RS Anetapura Roboh, Stasiun TVRI, Kantor Ditantas, dan 12 titik jalan raya.

    Baca: Korban Meninggal Akibat Gempa Palu Menjadi 1.424 Orang

    “BNPB telah melakukan upaya berupa, mendirikan rumah sakit lapangan, penanganan medis untuk korban selamat, mengoperasikan dapur umum di 9 lokasi, pendistribusian BBM, mempercepat pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi, yang dikawal oleh TNI dan Polri,” jelasnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan untuk melakukan penambahan personel evakuasi dan pencarian korban, menambahkan tenda-tenda medis, dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti logistik, air bersih, dan MCK bagi pengungsi.

    “Segera perbaiki infrastruktur, dan layanan umum, untuk menghidupkan perekonomian warga,” kata Jokowi pada Rabu, 3 Oktober 2018.

    Baca: BNPB Taksir Kerugian Gempa Palu Lebih dari Rp 10 Triliun

    BNPB menaksir kerugian mengcapai lebih dari Rp 10 triliun, akibat gempa bumi 7,4 Magnitudo, yang kemudian disusul tsunami di Palu, Danggola, dan Sigi, Sulteng, pada Jumat, 28 September 2018.

    AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.