Hariman Siregar: Ratna Sarumpaet Dipukuli di Dalam Mobil

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet saat memberikan konferensi pers terkait buntut dari penderekan mobilnya oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, di Jakarta, 9 April 2018. Ratna menyatakan telah mengirim somasi pada Dishub DKI Jakarta yang merupakan buntut dari penderekan mobil Ratna oleh Dishub DKI pada Selasa pekan lalu. Ratna protes lantaran merasa tak melanggar aturan apapun. TEMPO/Subekti.

    Ratna Sarumpaet saat memberikan konferensi pers terkait buntut dari penderekan mobilnya oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, di Jakarta, 9 April 2018. Ratna menyatakan telah mengirim somasi pada Dishub DKI Jakarta yang merupakan buntut dari penderekan mobil Ratna oleh Dishub DKI pada Selasa pekan lalu. Ratna protes lantaran merasa tak melanggar aturan apapun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Hariman Siregar mengaku baru mendengar kabar soal pemukulan terhadap Ratna Sarumpaet pada hari ini. Hariman mengatakan informasi yang dia dapat menyebutkan bahwa Ratna dipukuli di dalam mobil.

    "Katanya dipukulinnya di dalam mobil, mobilnya di mana saya enggak tahu," kata Hariman kepada Tempo, Selasa, 2 Oktober 2018. Hariman juga tak merinci mobil siapa yang menjadi tempat terjadinya pemukulan itu.

    Baca: Aktivis Gelar Aksi Solidaritas Atas Pemukulan Ratna Sarumpaet

    Aktivis Ratna Sarumpaet dikabarkan dipukuli oleh orang tak dikenal saat berada di Bandung, Jawa Barat pada 21 September lalu. Kabar itu terungkap melalui beredarnya foto Ratna dengan muka lebam dan mata membengkak pada hari ini.

    Sejumlah orang, di antaranya kuasa hukum Ratna, Samuel Lengkey dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membenarkan informasi tersebut. Samuel juga mengatakan kliennya dipukuli di dalam mobil, tetapi enggan bercerita lebih rinci. "Kejadiannya di dalam mobil, tapi saya tidak bisa cerita banyak. Nanti saja konferensi pers, waktunya dikabari," ujar Samuel saat dihubungi terpisah.

    Baca: Rachel Maryam Kecam Tindakan Pengeroyokan ke Ratna Sarumpaet

    Hariman pun mengaku baru mendapat kabar soal kondisi Ratna setelah ditanya wartawan dan ramai pemberitaan media massa. Menurut dia, seorang rekan bercerita bahwa Ratna ketakutan dan tak berani melapor ke kepolisian. "Saya minta teman untuk cek, rupanya baru kebongkar dia dipukulin tanggal 21 di Bandung, cuma dia takut karena keluarganya diancam," kata dia.

    Rekan-rekan Ratna pun bergerak. Hariman dan sejumlah aktivis, tokoh, dan politikus bakal menggelar aksi solidaritas untuk Ratna. Aksi itu rencananya digelar nanti malam mulai pukul 19.00 WIB. Berdasarkan undangan yang beredar, para simpatisan dan peserta aksi diminta untuk berkumpul di Dunkin Donuts Menteng, Jakarta Pusat.

    Baca: Ratna Sarumpaet Diduga Dianiaya, Polda Jabar: Belum Ada Laporan

    Hingga berita ini ditulis, sudah banyak nama tokoh tertera dalam undangan berantai itu. Nama-nama yang tertera di antaranya Hariman, Gde Siriana, politikus Partai Hanura Ariadi Ahmad, politikus Partai Nasdem Kisman Latumakulita, Direktur Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan, dan politikus Partai Gerindra Iwan Sumule.

    Ada pula nama mantan akademisi Universitas Indonesia Rocky Gerung. Selain itu, nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dan eks politikus Partai Amanat Nasional Hatta Taliwang juga tertulis di undangan aksi solidaritas untuk Ratna Sarumpaet itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.