Aktivis Gelar Aksi Solidaritas Atas Pemukulan Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa musisi Ahmad Dhani berbincang dengan aktivis sosial, Ratna Sarumpaet, sebelum menjalani sidang lanjutan dugaan ujaran kebencian, yang akhirnya ditunda, di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin, 13 Agustus 2018. Sidang ini akhirnya ditunda lantaran jaksa penuntut umum (JPU) gagal mendatangkan saksi ahli. TEMPO/Nurdiansah

    Terdakwa musisi Ahmad Dhani berbincang dengan aktivis sosial, Ratna Sarumpaet, sebelum menjalani sidang lanjutan dugaan ujaran kebencian, yang akhirnya ditunda, di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin, 13 Agustus 2018. Sidang ini akhirnya ditunda lantaran jaksa penuntut umum (JPU) gagal mendatangkan saksi ahli. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah tokoh dan aktivis bakal menggelar aksi solidaritas atas peristiwa dugaan pemukulan yang dialami Ratna Sarumpaet. Aksi itu juga digelar untuk menyerukan kebebasan berpendapat dan demokrasi.

    Baca juga: Ratna Sarumpaet Dipukuli, Habiburokhman: Saya Diajak Ketemu Dia

    Aktivis reformasi Hariman Siregar mengatakan rencana aksi itu bersifat spontan di antara kawan-kawan dekat Ratna. Nama Hariman pun tertera dalam pesan berantai undangan aksi tersebut.

    "Semua spontan, ya sudah nanti kita ramai-ramai datang. Saya merasa enggak benar itu pemukulan, ngapain," kata Hariman kepada Tempo, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Rencana aksi ini muncul selang beberapa jam sejak mencuatnya kabar dugaan pemukulan yang menimpa Ratna. Aktivis yang gencar menyuarakan gerakan #2019GantiPresiden itu dikabarkan dipukuli oleh orang tak dikenal saat berada di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September lalu.

    Dalam undangan yang beredar di kalangan wartawan, publik yang akan mengikuti aksi diminta berkumpul di Dunkin Donuts Menteng, Jakarta Pusat pada pukul 19.00 WIB nanti. Ada sejumlah tokoh disebutkan bakal hadir, di antaranya Gde Siriana, politikus Partai Hanura Ariadi Ahmad, politikus Partai Nasdem Kisman Latumakulita, Direktur Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan, dan politikus Partai Gerindra Iwan Sumule.

    Ada pula nama mantan akademisi Universitas Indonesia Rocky Gerung. Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri dan eks politikus Partai Amanat Nasional Hatta Taliwang.

    Baca juga: Ratna Sarumpaet Soal Rp 23,9 T, Hikmahanto: Ada 3 Kejanggalan

    Hariman mengatakan, aksi nanti malam bertujuan menunjukkan dukungan publik untuk Ratna secara khusus, dan terhadap demokrasi di Indonesia pada umumnya. Sebab, banyak pihak menduga insiden yang menimpa Ratna terkait dengan aktivitasnya selama ini mengkritik pemerintah.

    Menurut Hariman, demokrasi hanya bisa berjalan jika ada penegakan hukum (rule of law), kekuatan kelompok sipil (civil society), pers yang bebas dan tidak memihak, dan partai politik yang bersih. "Hari ini kita akan menunjukkan kita bagian dari civil society itu lho. Itu aja, enggak ada lain. Kampungan lah cara-cara (pemukulan) ini," ujarnya.

    Tokoh lain yang namanya tertera di undangan, Hatta Taliwang, belum dapat merinci insiden yang menimpa Ratna Sarumpaet. Dia mengaku mendengar kejadian yang menimpa Ratna melalui pemberitaan media massa. "Saya masih di Bandung, tapi nanti malam diusahakan datang ke aksi," ujar Hatta saat dihubungi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.