Sabtu, 22 September 2018

Kata Setya Novanto Soal Pertemuan dengan Eni Saragih di Rutan KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung KPK, Jakarta, 4 Mei 2018. Pemindahan Setya Novanto ke LP Sukamiskin, setelah Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Setya 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan serta mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman. TEMPO/Imam Sukamto

    Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung KPK, Jakarta, 4 Mei 2018. Pemindahan Setya Novanto ke LP Sukamiskin, setelah Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghukum Setya 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan serta mencabut hak politiknya selama lima tahun setelah menjalani masa hukuman. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terpidana kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP, Setya Novanto blak-blakan soal pertemuan dengan tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan PLTU Riau Eni Saragih di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu.

    Baca juga: KPK Terima Uang Rp 1,1 Miliar dari Setya Novanto

    Setya Novanto berkilah bahwa pertemuannya dengan Eni Saragih sebagai bentuk dukungan moral. Setya Novanto mengatakan pernah menjadi pimpinan Eni Saragih di Partai Golkar saat menjadi ketua umum.

    Setya Novanto membantah jika dalam pertemuannya dengan Eni Saragih itu ada intimidasi atau upaya mempengaruhi dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1.
    "Gak ada (menekan) baik-baik saja, malah berterima kasih," ujar Setya Novanto saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat 14 September 2018.

    Setya Novanto juga membantah kalau dia berupaya menghalang-halangi Eni Saragih dalam memberikan pernyataan. Menurut mantan Ketua DPR itu dalam pertemuan tersebut ia meminta Eni Saragih kooperatif dalam kasus PLTU Riau-1.

    Setya Novanto menyebutkan sempat membicarakan terkait dugaan aliran suap PLTU Riau ke Partai Golkar saat pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar Desember 2017.

    Kata Setya dalam pertemuan itu, ia hendak memastikan dugaan tersebut. Sebelumnya Eni menyebutkan ada aliran dana sejumlah Rp 2 miliar dari proyek PLTU Riau-1 ke Munaslub Golkar.

    Baca juga: Setya Novanto Minta Eni Saragih Buka-bukaan Suap PLTU Riau-1

    "Saya tanya Eni, menurut Eni ada, Apa ada buktinya? jadi saya biar gimana pun prihatin dengan partai Golkar," ujarnya.

    Sebelumnya, Fadli Nasution, pengacara Eni Saragih menyatakan Setya Novanto berupaya mempengaruhi kliennya agar tidak menceritakan peran Novanto dalam kasus PLTU Riau-1.

    "Pak Setya Novanto (SN) minta Bu Eni tidak membuat keterangan di BAP tentang peran Pak SN dalam proyek PLTU Riau-1, padahal beliau pelaku utamanya bersama-sama dengan Pak Kotjo," kata Fadli di Jakarta, Senin, 10 September 2018.

    Sebelumnya, Eni yang saat ini ditahan di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK Jakarta, sempat menyatakan bahwa dirinya sempat didatangi oleh mantan Ketua DPR RI.

    Baca juga: Permintaan Setya Novanto ke Eni Saragih Terkait Suap PLTU Riau-1

    "Ya tadi saya sudah menyampaikan kepada penyidik karena tadi penyidik juga menanyakan kepada saya, mengonfirmasi kepada saya atas kedatangan Pak Novanto menemui saya," kata Eni Saragih usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

    Ia pun mengatakan bahwa kedatangan Setya Novanto tersebut membuat dirinya kurang nyaman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.