Ombudsman: Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin Lebih Luas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana mantan Ketua DPR, Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Terpidana mantan Ketua DPR, Setya Novanto, meninggalkan Rumah Tahanan Kelas 1 Cabang KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 4 Mei 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menemukan adanya indikasi perbedaan fasilitas di Lapas Sukamiskin Bandung. Salah satunya kamar Setya Novanto yang lebih luas dibanding warga binaan lain.

    Baca juga: KPK Terima Uang Rp 1,1 Miliar dari Setya Novanto

    "Kamar luas, lebih bagus, penghuni misalnya Pak Setya Novanto memang lebih luas. Ukuran saya bingung, tapi dua kali lipat dibanding lainnya," ujar pimpinan Ombudsman RI, Ninik Rahayu, di kantor Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Jumat, 14 September 2018.

    Temuan itu merupakan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan Ombudsman ke sejumlah lapas yang ada di Bandung, seperti Lapas Sukamiskin, Banceuy, dan Lapas Wanita.

    Saat berada di Lapas Sukamiskin, Ombudsman masih menemukan adanya indikasi maladministrasi dan ketidakpatutan yang terjadi di lapas khusus narapidana koruptor tersebut.

    Dari satu blok yang terdiri atas dua lantai, terdapat perbedaan standar operasional prosedur, di mana kamar yang ada di lantai bawah lebih kecil dibandingkan dengan lantai atas. Setya Novanto merupakan salah satu penghuni di lantai atas.

    "Kalau menurut Kalapas, (kamar yang dihuni Setnov) bekas telepon atau telkom. Nomor (kamar) saya lupa," kata Ninik.

    Baca juga: KPK Benarkan Setya Novanto Temui Eni Saragih di Rutan

    Ia pun memastikan kamar yang dihuni Setya Novanto berbeda dengan kamar yang sempat terekspos oleh salah satu program televisi swasta. Di program tayangan televisi itu, kamar terpidana korupsi e-KTP tersebut lebih kecil dibanding yang sekarang. "Beda dengan yang disorot di Mata Najwa," tuturnya.

    Namun Ninik tidak menemukan adanya fasilitas khusus lain, seperti televisi, AC, dan barang yang dilarang lainnya, di kamar Setnov. "Kalau fasilitas seperti televisi enggak ada," katanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.