Bantah Mahfud MD, Rommy PPP: Jokowi Tak Ditekan Siapapun

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Sejumlah ketua umum partai pengusung Jokowi sebelum mengumumkan cawapresnya dalam pilpres 2019 di Plataran Menteng, Jakarta, 9 Agustus 2018. Acara itu turut dihadiri Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy membantah pernyataan Mahfud MD yang menyebut Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi berada di bawah tekanan partai politik pendukung saat menentukan calon wakil presiden (cawapres).

Baca juga: Mahfud MD Blak-Blakan Cawapres Jokowi, PPP: Itu Dinamika Politik

"Presiden menegaskan, beliau tidak dalam perasaan terintimidasi oleh siapapun, tidak dalam perasaan tertekan oleh siapapun di dalam proses pengambilan keputusan tentang cawapres," ujar pria yang akrab disapa Rommy itu di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

Rommy menuturkan, keputusan memilih cawapres sepenuhnya berada di tangan Jokowi. Ketua umum partai pendukung sepakat menghormati keputusan yang akan diambil mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Romi, kesepakatan tersebut diambil pada 23 Juli 2018 saat para ketua umum berkumpul. Saat itu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan kepada seluruh ketua umum bahwa UUD 1945 meletakkan wakil presiden sebagai pembantu presiden. "Karena dia pembantu maka hak prerogatif tentang pemilihan siapa cawapres sepenuhnya ada di tangan presiden. Dan kami para ketua umum menghormati itu," ujarnya.

Baca juga: Polemik Mahfud MD Cawapres Jokowi, NasDem: Ini Matematika Politik

Mahfud MD menyatakan Jokowi berada di bawah tekanan partai politik saat menjadi pembicara di program ILC TV One. Dia bercerita bertemu dengan Jokowi untuk membahas cawapres pada suatu hari.

"Pak Jokowi menjelaskan peristiwanya dihadapkan pada situasi sulit," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. Menurut dia, Jokowi memilih dirinya menjadi cawapres sebelum pilihan kemudian dijatuhkan kepada Ma'ruf Amin.

Namun, kata Mahfud, para ketua umum partai politik mendatangi Jokowi membawa calon masing-masing. "Saya tidak bisa menolak. Saya kan bukan ketua partai, sementara koalisi harus ditandatangani," ujar Mahfud menirukan Jokowi.

Baca juga: Mahfud MD: Pak Jokowi Tak Usah Merasa Bersalah

Mahfud mengaku meminta Jokowi tak merasa bersalah terhadapnya. "Bapak tidak salah. Kalau saya jadi Pak Jokowi mungkin saya melakukan hal yang sama," katanya mengulang percakapan saat itu.






Menkes soal Ratusan Meninggal di Tragedi Kanjuruhan: Karena Sesak Nafas

5 jam lalu

Menkes soal Ratusan Meninggal di Tragedi Kanjuruhan: Karena Sesak Nafas

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penyebab kematian dalam tragedi Kanjuruhan karena desak-desakan di antara penonton saat kerusuhan pecah.


Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

5 jam lalu

Mahfud Md Soal Reformasi Polri: Bandar Judi Tersangka, Wewenang Propam Dipecah

Reformasi, kata Mahfud MD, terutama menyangkut masalah kultural, seperti hedonisme, gaya hidup mewah, dan judi yang melibatkan anggota kepolisian.


Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Masih Tertinggi, Efek Jokowi

7 jam lalu

Survei Indikator: Elektabilitas PDIP Masih Tertinggi, Efek Jokowi

Elektabilitas PDIP tertinggi setelah kenaikan harga BBM karena approval rating terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai pulih.


Bahlil Bela Jokowi soal Penanganan Krisis: Tak Ada Satu pun Dapat Meramal Ekonomi Global Hari Ini

8 jam lalu

Bahlil Bela Jokowi soal Penanganan Krisis: Tak Ada Satu pun Dapat Meramal Ekonomi Global Hari Ini

Bahlil menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Joko Widodo alias Jokowi masih tinggi.


Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Kerahkan Seluruh Dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya

9 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Kerahkan Seluruh Dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya

Khusus kepada Kapolri, Jokowi meminta dilakukan investasi dan mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.


Tragedi Kanjuruhan, YLBHI Sebut Ada Pelanggaran Penanganan Massa Oleh Polisi

12 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, YLBHI Sebut Ada Pelanggaran Penanganan Massa Oleh Polisi

YLBHI menyebut ada pelanggaran penanganan massa oleh polisi sehingga Tragedi Kanjuruhan memakan korban hingga 129 orang.


Tragedi Kanjuruhan: Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas, Jumlah Korban Bertambah Jadi 129 Orang

13 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan: Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tuntas, Jumlah Korban Bertambah Jadi 129 Orang

Presiden Jokowi mengatakan jumlah korban tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 129 orang.


129 Tewas dalam Tragedi Arema vs Persebaya, Mahfud MD Ungkap Penyebab Kematian Massal

14 jam lalu

129 Tewas dalam Tragedi Arema vs Persebaya, Mahfud MD Ungkap Penyebab Kematian Massal

Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, bukan bentrok antara suporter Persebaya dan Arema FC.


Mahfud Md Bicara Soal Tragedi Kanjuruhan, Ada Dugaan Kesalahan Panpel

14 jam lalu

Mahfud Md Bicara Soal Tragedi Kanjuruhan, Ada Dugaan Kesalahan Panpel

Mmahfud Md menduga ada kesalahan panpel dalam tragedi Kanjuruhan.


Fadli Zon Anggap Kedekatan Prabowo dan Jokowi Tak akan Mengerucut pada Duet di Pilpres 2024

1 hari lalu

Fadli Zon Anggap Kedekatan Prabowo dan Jokowi Tak akan Mengerucut pada Duet di Pilpres 2024

Fadli Zon menilai isu duet Prabowo - Jokowi mesti ditinjau fatsun politiknya.