Rabu, 17 Oktober 2018

Tak Hadir di Sidang Kabinet Soal RAPBN 2019, JK ke Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berbuka puasa bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (MDI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 25 Mei 2018. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berbuka puasa bersama pengurus Dewan Masjid Indonesia (MDI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 25 Mei 2018. Foto: Biro Pers Wakil Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK tak nampak hadir saat pembahasan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Rapat itu dipimpin Presiden Joko Widodo.

    Baca juga: Ini Alasan JK - Anies Bareng Sampai Ruang Kerja di Balai Kota

    JK beralasan dia absen karena harus ke rumah sakit. "Saya tadi menemani anak saya di rumah sakit, dia dioperasi," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Anak yang dimaksud merupakan Muswira Kalla. Putri ketiganya itu dioperasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). "Alhamdulillah operasinya lancar," kata dia tanpa menjelaskan penyebab operasi tersebut.

    JK mengatakan, jadwal operasi tersebut bertepatan dengan waktu rapat yang baru ditentukan kemarin. "Karena anak jadi ya mesti ditemani," ujar dia.

    Baca juga: Wapres JK Menilai Pemilu Berpotensi Menghambat Investasi

    Sidang kabinet soal RAPBN 2019 digelar pagi tadi. Jokowi menenekankan agar anggaran tahun depan lebih banyak dikucurkan untuk pengembangan sumber daya manusia. Setiap kementerian diwajibkan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia.

    Sidang kabinet tersebut dihadiri para menteri Kabinet Kerja. Hanya Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto serta Menteri Sosial Idrus Marham yang tak ikut karena sedang memantau lokasi gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.