Gerindra: Kami Tak Meladeni Jika Ada yang Mengajak Berantem

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kanan) Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno seusai pertemuan pimpinan ketiga partai di Jakarta Selatan, Selasa, 31 Juli 2018. Partai Gerindra dan Partai Demokrat resmi memutuskan berkoalisi di pilpres 2019 setelah ada pertemuan antara Prabowo Subianto dan SBY. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    (dari kanan) Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno seusai pertemuan pimpinan ketiga partai di Jakarta Selatan, Selasa, 31 Juli 2018. Partai Gerindra dan Partai Demokrat resmi memutuskan berkoalisi di pilpres 2019 setelah ada pertemuan antara Prabowo Subianto dan SBY. TEMPO/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyesalkan pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pidatonya yang memuat kalimat "kalau diajak berantem juga berani". Dia mengatakan kubu Gerindra tidak tersinggung dengan kalimat itu.

    Baca: Kontroversi Pidato Jokowi Soal Berani Berantem di Depan Relawan

    Menurut Muzani, berantem itu hanya akan terjadi kalau satu mengajak berantem, yang satu meladeni. "Lu jual gua beli," ucap dia kepada wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018. Tapi kalau ada yang jual, tidak ada yang beli, maka tidak ada transaksi.

    "Berantem itu kalau ada yang ngajak, diladeni. Kami tidak akan meladeni yang kayak begitu karena itu akan membuat kerusakan yang lebih parah bagi bangsa Indonesia," kata Muzani.

    Dia menilai pernyataan Jokowi itu adalah pernyataan seorang tim sukses, bukan pernyataan pemimpin negara.

    Baca: Gerindra Anggap Pernyataan Jokowi Mendorong Kekerasan

    Berikut isi dari bait pidato Jokowi yang mengundang kontroversi itu. "Nanti apabila masuk ke tahap kampanye, lakukan kampanye yang simpatik, tunjukkan diri kita adalah relawan yang bersahabat dengan semua golongan, jangan membangun permusuhan. Sekali lagi, jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian. Jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela. Tidak usah suka menjelekkan orang lain, tapi kalau diajak berantem juga berani.

    (relawan bersorak)

    Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, saya bilang tadi tolong tadi, tolong digarisbawahi, jangan ngajak. Kalau diajak? (relawan bersorak lagi)

    REZKI ALVIONITASARI | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.