Ketika Jokowi Sindir Persaingan Muhaimin Iskandar dan Romi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Tahun 2018di Jakarta, Jumat 20 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Tahun 2018di Jakarta, Jumat 20 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menyindir persaingan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) terkait posisi calon wakil presiden yang akan mendampinginya di pemilihan umum 2019.

    Baca juga: Ma'ruf Amin Nyatakan Siap Jadi Cawapres Jokowi

    "Dua ketua umum (parpol), Bapak Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Bapak Romi Romahurmuziy, Ketua Umum PPP, yang saat ini baru bersaing," kata Presiden saat membuka Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Hotel JS Luwansa Jakarta, Jumat, 20 Juli 2018.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan bahwa Cak Imin juga alumnus PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). "Beliau ini banyak membantu saya. Ada yang kelihatan, ada yang tidak kelihatan, yaitu kerja-kerja politik, terutama dalam mendirikan posko-posko 'Join' (Jokowi/Cak Imin)," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan hadirin.

    Baca: Survei LIPI: Publik Ingin Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

    Dalam sejumlah pemberitaan di media menyebutkan bahwa kedua tokoh itu sama-sama memiliki basis Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya bersaing meningkatkan pamor untuk bisa mendapat jatah cawapres Jokowi pada pilpres 2019.

    Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumnus PMII karena sudah membantu kerja pemerintah selama ini. Presiden mencontohkan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri yang juga menjabat sebagai Sekretaris PMII bisa melakukan pendekatan pada komunitas, serikat pekerja, sehingga dalam 4 tahun terakhir berkurangnya unjuk rasa dari serikat pekerja.

    Baca: Empat Kriteria Cawapres Jokowi Menurut Indo Barometer

    "Kemudian juga Pak Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), mungkin sudah 6 bulan ini kurang tidur karena mempersiapkan Asian Games 2018," kata Jokowi.

    Dalam acara pembukaan Munas PMII ini hadir juga Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Ketua Umum IKA-PMII Akhmad Muqowam. Beberapa menteri Kabinet Kerja, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga hadir di acara tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.