Jumat, 17 Agustus 2018

Ma'ruf Amin Nyatakan Siap Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Ma`ruf Amin di acara Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Monas, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi KH Ma`ruf Amin di acara Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Majelis Rasulullah SAW di Monas, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyatakan siap menjadi calon wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi di pemilihan presiden 2019. Hal tersebut diungkapkan Ma'ruf menanggapi isu namanya masuk dalam daftar kandidat cawapres Jokowi.

    Baca: Disebut Bakal Cawapres Jokowi, Maruf Amin: Bisa-bisanya Media

    "Kalau untuk negara saya siap, kalau untuk pribadi sejujurnya saya ini kiai saja sudah cukup. Tapi, kalau negara dan bangsa memerlukan saya bersedia", ujarnya lewat keterangannya pada Jumat, 20 Juli 2018.

    Namun Ma'ruf mengatakan hingga saat ini belum ada komunikasi dan pertemuan dengan Jokowi membahas soal cawapres. "Belum ada pertemuan, makanya saya heran nama saya itu muncul dari mana," ucapnya.

    Baca: Empat Kriteria Cawapres Jokowi Menurut Indo Barometer

    Ma'ruf juga mengatakan tidak mau mengintervensi Jokowi terkait kriteria dan sosok cawapres yang akan dipilihnya. Ia juga belum mengetahui sosok yang akan dipilih Jokowi. "Sebaiknya saya serahkan saja sama Pak Jokowi, jangan mengintervensi lah. Sekarang ini (soal calon) wapresnya Jokowi tuh mbok sabar," ujar dia.

    Baca: Survei LIPI: Publik Ingin Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

    Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang akrab disapa Rommy menyebut ada 10 nama kandidat cawapres Jokowi. Dari nama-nama tersebut, nama Ma'ruf Amin menjadi merupakan salah satunya. Selain Ma'ruf, nama Rommy juga masuk. Selain itu, ada pula nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.