JK: Dukung Pak Jokowi, Kalau Ibu Puan Mau Kita Dukung Juga

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjajal sepeda BMX saat meninjau arena Asian Games 2018 cabang olahraga BMX di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 29 Juni 2018. JK terlihat kagok saat menaiki sepeda BMX yang berukuran rendah. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Aksi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjajal sepeda BMX saat meninjau arena Asian Games 2018 cabang olahraga BMX di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 29 Juni 2018. JK terlihat kagok saat menaiki sepeda BMX yang berukuran rendah. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK enggan menanggapi wacana pengusungan dirinya bersama Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) yang santer lewat poster JK - AHY Coming Soon belakangan ini. Dia menegaskan tetap mendukung Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

    "Yang pasti dukung Pak Jokowi atau kalau Ibu Puan (Maharani) mau, kita dukung juga," ujar JK sambil menunjuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan yang berdiri di sampingnya itu di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    Baca juga: JK - AHY Coming Soon, Jusuf Kalla: Kayak Film Aja

    Soal AHY dia irit bicara. "Ya terserah lah," katanya ketika ditanyai pendapatnya soal putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu.

    JK juga tak banyak menanggapi ketika ditanya soal aspirasi sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ingin mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden. "(Dukung) sebagai gubernur," katanya.

    Meski begitu, Jusuf Kalla mengatakan semua orang punya peluang yang sama untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden di Pilpres nanti. "Kau juga punya peluang. Semua orang punya peluang," kata dia.

    Baca juga: Tak Bisa Jadi Wapres Lagi, JK Diyakini Tetap Akan Dukung Jokowi

    Wacana pengusungan JK - AHY muncul dari Partai Demokrat. Selain dengan AHY, JK juga diisukan mengusung Anies Baswedan di Pilpres nanti. Namun dia beberapa kali menyampaikan ingin beristirahat dari dunia politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.