Tak Bisa Jadi Wapres Lagi, JK Diyakini Tetap Akan Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas Perkembangan Persiapan Asian Games XVIII Tahun 2018 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 28 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas Perkembangan Persiapan Asian Games XVIII Tahun 2018 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 28 Mei 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Ace Hasan Syadzily berharap Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tetap memberikan dukungan ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat pilpres 2019. Sekalipun JK tidak bisa maju kembali sebagai cawapres.

    "Saya tetap punya keyakinan Pak JK menjadi bagian dari tim Pak Jokowi," ujar Ace di kawasan Cikini, Jakarta pada Sabtu, 30 Juni 2018.

    Baca: JK Tak Bisa Jadi Cawapres Lagi, Akbar Tandjung: Bisa Nyapres

    JK sempat dipertimbangkan untuk kembali menjadi cawapres Jokowi dalam pilpres 2019. Ketua Dewan Pimpinan Pusat non-aktif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya mengkaji kemungkinan tersebut.

    Namun pengajuan kembali JK menjadi cawapres Jokowi terkendala aturan. Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf i Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menjelaskan masa jabatan wakil presiden yang hanya diperbolehkan selama dua periode.

    Baca: Ketua PPP Tak Yakin Poros Pengusung JK di Pilpres Terbentuk

    Undang-undang ini sempat digugat oleh Perkumpulan Rakyat Proletar untuk Konstitusi, Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa, serta pemohon perseorangan. Namun, keputusan Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 28 Juni 2018 lalu tidak menerima permohonan uji materi pasal yang bersangkutan.

    Ace mengatakan partai koalisi pendukung pemerintah berharap JK dapat menyokong kembali Jokowi menjadi presiden. Sebab, menurut dia, ada kecocokan antara JK dan Jokowi selama lima tahun memimpin negara ini. "Ada hal yang chemistry, mereka sama walaupun (JK) tak perlu jadi cawapres," kata dia.

    Menurut Ace, JK memiliki peran kuat dalam keberhasilan Jokowi selama lima tahun ini. Selama ini, Ace menilai JK menunjukkan sikap loyal kepada Jokowi. "Sayang jika Jokowi dan JK di pilpres 2019 itu berbeda perahu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.