Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

Reporter

Editor

Amirullah

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus e-KTP, Fredrich Yunadi saat mendengar keterangan saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 14 Mei 2018. Sidang kali ini beragendakan mendengarkan kesaksian ahli hukum pidana UII Yogyakarta, Mudzakkir dan pakar hukum tata negara, Margarito Kamis. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus merintangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi, Fredrich Yunadi, langsung mengajukan banding usai divonis 7 tahun penjara. Dia mengajukan banding sesaat setelah hakim menjatuhkan vonis.

"Kami nyatakan langsung mengajukan banding, Yang Mulia. Kami akan buat langsung setelah ini," kata dia dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018.

Baca: Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor memvonis mantan pengacara Setya Novanto itu 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan. Majelis hakim menyatakan Fredrich terbukti bersalah merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Mengadili menyatakan terdakwa Fredrich Yunadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merintangi penyidikan. Menjatuhkan pidana selama 7 tahun penjara, dan denda 500 juta, subsider 5 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Safruddin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018.

Hakim menyatakan Fredrich terbukti merekayasa perawatan Setya di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dengan memesan kamar rawat VIP sebelum kecelakaan terjadi dan meminta dokter merekayasa diagnosis medis kliennya.

Hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan, yakni perbuatan Fredrich bertentangan dengan program pemerintah memberantas korupsi. Selain itu, sikap Fredrich dianggap tidak sopan selama persidangan dan selalu mencari kesalahan pihak lain.

Baca: Fredrich Yunadi Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

"Sementara hal yang meringankan, adalah Fredrich masih memiliki tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum," kata Safruddin.

Vonis yang dijatuhkan kepada Fredrich lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas putusan hakim, jaksa KPK menyatakan akan pikir-pikir. "Sesuai dengan hak kami, kami menyatakan akan pikir-pikir, Yang Mulia," kata jaksa Roy Riadi.






Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

27 September 2021

Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

Berbagai cara dilakukan untuk menyangkal tuduhan korupsi, mulai dari membawa nama-nama tuhan hingga mengaku hilang ingatan,


Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

7 November 2020

Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

Fredrich menuding Setya Novanto belum membayar jasanya selama menjadi pengacara terpidana kasus korupsi proyek e-KTP itu.


Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

24 Oktober 2020

Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

Fredrich Yunadi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara menghalang-halangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto


KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

22 Oktober 2018

KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kemudian menguatkan putusan Pengadilan Tipikor terhadap Fredrich Yunadi dengan hukuman 7 tahun penjara.


Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

13 Oktober 2018

Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

Fredrich Yunadi menyatakan tak menerima putusan pengadilan tinggi yang menguatkan putusan di tingkat pertama, yakni 7 tahun penjara.


Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

10 Oktober 2018

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap menghukum pengacara Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dalam kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP.


KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

8 Juli 2018

KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

KPK mengajukan banding atas vonis 7 tahun kepada bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.


Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

29 Juni 2018

Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

Fredrich Yunadi mengatakan dirinya harus bebas murni.


Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

Majelis hakim Pengadilan Tipikor menghukum Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.


Fredrich Yunadi Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

28 Juni 2018

Fredrich Yunadi Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Hakim menyatakan Fredrich Yunadi terbukti merintangi upaya proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Setya Novanto.