Gubernur Aher Jajaki Pengembangan Investasi Tunisia di Jawa Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Business meeting Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan pengusaha Tunisia, di Tunisia, Jumat,18 Mei 2018

    Business meeting Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan pengusaha Tunisia, di Tunisia, Jumat,18 Mei 2018

    INFO JABAR -  Awal Ramadan tahun ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melakukan kunjungan ke Tunisia. Rombongan berangkat, Rabu malam, 16 Mei 2018 dan sampai di Tunisia ke esokan harinya.  

    “Kunjungan kali ini adalah untuk bertemu dan memenuhi undangan Menteri Pembangunan, Investasi, dan Kerja Sama Luar Negeri Tunisia. Gubernur Jabar juga diterima langsung Perdana Menteri Tunisia Youssep Chahed di kediamannya,” ujar Kepala Bagian  Publikasi Pemerintah Provinsi  Jawa Barat  Ade Sukalsah.

    Gubernur Aher, sapaan akran Ahmad Heryawan, dan Kadin Jabar juga menjajaki kerjasama investasi dengan pengusaha Tunisia dengan menyelenggarakan business meeting, Jumat,18 Mei 2018.

    Dalam pertemuan yang berlangsung pengusaha Tunisia memaparkan kinerja dan potensi ekonomi negeri itu.  Acara dilanjutkan pemaparan Gubernur Aher beserta Kadin Jabar tentang kondisi aktual Jabar sekaligus review kerjasama ekspor impor yang sudah berlangsung antara Jabar dan Tunisia.

    “Kita senang pertemuan hari ini dengan para pengusaha Tunisia berlangsung sangat akrab, masing-masing pihak berkomitmen untuk memperkuat kerjasama yang sudah berlangsung sampai saat ini,” kata  Aher.

    Data dari Dinas Indag Jabar bahwa realisasi ekspor barang dari Jabar ke Tunisia saat ini senilai US$ 731.448, meliputi manufaktur, coklat, alat-alat medis, optikal, dan furnitur.

    Selanjutnya Aher akan melanjutkan kunjungan kerja ke Arab Saudi. “Kami mohon doa kelancaran selanjutnya untuk kunjungan kerja berikutnya di Arab Saudi.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.