Selasa, 21 Agustus 2018

Polisi Temukan Aki Besar di Rumah Terduga Teroris Cirebon

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Densus 88 menjaga ketat kendaraan taktis yang membawa tiga orang terduga teroris setelah penggerebekan di Gempol, Tangerang, Banten, 16 Mei 2018. Tim Densus 88 mengamankan tiga orang terduga teroris dan satu orang istri anggota teroris. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sejumlah anggota Densus 88 menjaga ketat kendaraan taktis yang membawa tiga orang terduga teroris setelah penggerebekan di Gempol, Tangerang, Banten, 16 Mei 2018. Tim Densus 88 mengamankan tiga orang terduga teroris dan satu orang istri anggota teroris. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta – Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis, 17 Mei 2018.

    "Telah dilakukan kegiatan penegakan hukum terduga teroris berinisial H dan S," kata Kepala Polda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Cirebon, Kamis.

    Agung mengatakan dua terduga teroris itu ditangkap terpisah di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.

    Baca juga: Penyerangan Polda Riau, Densus 88 Tangkap Delapan Orang di Dumai

    "Kemudian, dari hasil penangkapan, kami melakukan penggeledahan. Penggeledahan ini merupakan rumah kontrakan saudara J yang sudah tertangkap saat bom di Jalan Thamrin, Jakarta," tuturnya.

    Dalam catatan Tempo, inisial J adalah Junaidi, yang diduga terlibat dalam kasus pemboman di Jalan Thamrin. "Dan sekarang J masih dalam tahanan. Oleh karena itu, tadi dilakukan penggeledahan supaya meyakinkan bahwa rumah tersebut apa isinya dan jangan sampai membahayakan masyarakat," kata Agung.

    Baca juga: Densus Tangkap Lagi 6 Terduga Teroris di Sidoarjo dan Probolinggo

    Menurut Agung, penggeledahan itu dilakukan supaya masyarakat betul-betul aman. Barang bukti yang telah diamankan dari penggeladahan berupa dua aki berukuran besar. Padahal, kata dia, terduga teroris berinisial S itu tak memiliki sepeda motor.

    "Yang lain tidak ada yang signifikan. Tersangka dan barang bukti kami bawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Densus," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga