Santri Sesalkan Amien Rais yang Jadikan Agama Alat Propaganda

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menjawab pertanyaan awak media sebelum menghadiri audiensi bersama Pansus Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 19 Juli 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais menjawab pertanyaan awak media sebelum menghadiri audiensi bersama Pansus Hak Angket KPK di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 19 Juli 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan ulama dan santri yang tergabung dalam Santri Militan Jokowi (Samijo) Banten mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi dua periode. Acara deklarasi dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Al-Khaf, perumahan griya Kramatwatu, Kabupaten Serang, Jumat, 27 April 2018. Mereka juga mengecam pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

    Koordinator Samijo, Ibnu Baliran Ali, mengatakan Samijo siap mendukung Presiden Joko Widodo pada pilpres 2019 karena dinilai program Jokowi pro-santri. Selain untuk memenangkan Jokowi, Samijo dibentuk sebagai respons dari masih maraknya isu agama yang terus dibawa ke ranah politik.

    Baca: 
    Amien Rais Akan Terima Hasil Pilpres 2019...
    Relawan Jokowi Cemaskan Pernyataan Amien

    Menurut Ibnu, alasan para santri dan ulama mendukung Jokowi menjadi presiden dua periode karena Jokowi adalah pemimpin yang santun terhadap ulama dan santri. "Beliau adalah sosok yang santun. Setiap bertemu selalu membungkukkan badan dan mencium tangan guru-guru kita," kata Ibnu, Jumat, 27 April.

    Ibnu juga menyayangkan pernyataan politikus PAN, Amien Rais, yang menyatakan partai politik di Indonesia terbagi dalam dua kategori, yakni partai Allah (hizbullah) dan partai setan (hizbusyaiton). Menurut Ibnu, sebagai politikus senior Amien Rais tidak seharusnya membuat pernyataan yang memantik kegaduhan nasional. “Jadi sangat jelas Pak Amien Rais telah menjadikan agama sebagai alat propaganda politik,” kata Ibnu menegaskan.

    Ibnu mengatakan, untuk menjadikan negara ini besar dan kuat, harus ada sinergisitas seluruh elemen bangsa dengan pemerintah. "Kerja sama ulama dan umaro sangat penting. Keduanya harus terus beriringan, saling mengisi, menguatkan satu sama lain, bukan justru dipecah-belah oleh pernyataan-pernyataan yang provokatif, negatif, mencibir, fitnah, dan bahkan menjatuhkan," ujar Ibnu.

    Selain itu, Ibnu melanjutkan, salah satu kebijakan Jokowi yang memuliakan santri dan ulama, yakni telah ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. "Adalah tidak benar Jokowi difitnah jauh dari ulama, benci dengan umat Islam. Dalam beberapa kesempatan Jokowi meluangkan waktu bertemu ulama, habaib, dan para santri. Sikap Jokowi pun sangat santun terhadap ulama," katanya.

    Baca: 
    Bertemu Amien Rais, Fadli Zon Yakin PAN Akan Dukung Prabowo

    WASI’UL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.