Lampu Keraton Dipadamkan, Pramuka Peringati Kelahiran HB IX

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Sultan Hamengkubuwono IX. dok TEMPO/Herry Komar

    Sri Sultan Hamengkubuwono IX. dok TEMPO/Herry Komar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan anggota Pramuka dari Kwartir Nasional dan Daerah mengikuti peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia atau Hamengku Buwono (HB) IX Day di Pagelaran Keraton Yogyakarta Rabu petang, 11 April 2018.

    Tanggal 12 April adalah hari lahir Sultan HB IX, Bapak Pramuka Indonesia. Memperingati hari lahir HB IX ini, Gerakan Pramuka Kwartir DI Yogyakarta menggelar peringatan pada 11-12 April 2018.

    Baca: Tokoh Pramuka: Ajaran Baden Powell Relevan ...

    Hadir dalam acara itu Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X serta Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi.

    Pada peringatan hari pertama 11 April 2018 itu, ratusan pramuka melakukan renungan bersama di Pagelaran Keraton Yogya. Lampu-lampu Pagelaran Keraton dipadamkan sementara. Sebagai ganti penerangan, dinyalakan lampion yang dikelilingi para peserta.

    Baca: Soal Dana Pramuka, Menpora Nilai Adhyaksa ...

    "Sultan HB IX merupakan sosok visioner, yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara tanpa pamrih," ujar Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault memulai peringatan dengan mengisahkan rekam jejak HB IX. Adhyaksa menuturkan, meski HB IX banyak menimba ilmu ke luar negeri, namun ia membutikan bahwa pendidikan di luar itu tak lantas membuat HB IX kehilangan identitasnya sebagai warga Indonesia.

    "Identitas kebangsaan HB IX tetap melekat meski ia menimba ilmu sampai ke Belanda," ujarnya.

    Sultan HB IX yang naik tahta sebagai raja keraton Yogya pada 1940, ujar Adhyaksa, dikenal amat revolusioner dalam sikapnya terhadap penjajah. Sikap revolusioner HB IX salah satunya tampak seperti tertuang dalam buku Tahta untuk Rakyat. HB IX kala itu berpidato di hadapan pembesar Belanda dengan bahasa Belanda dengan terjemahan sebagai berikut:

    "Sepenuhnya saya menyadari, bahwa tugas yang ada di pundak saya sulit dan berat. Terlebih-lebih karena ini menyangkut mempertemukan jiwa barat dan timur agar dapat bekerja dalam suasana harmonis, tanpa yang timur harus kehilangan kepribadianya. Meski saya telah menggenggam pendidikan barat yang sebenarnya, tapi pertama-tama saya adalah dan tetap orang Jawa.”

    Simak: Dana Pramuka Tak Ada di APBN, Adhyaksa ...

    Adhyaksa menuturkan sejak pidato itu, HB IX pun dipandang lawan dan kawannya, bukan orang muda yang berkuasa karena faktor keturunan. Melainkan karena komitmen dan cinta pada negeri serta cita cita kemerdekaan pada Indonesia. "Tak hanya penjajah Belanda, Jepang, tapi juga tentara Sekutu tetap menempatkan HB IX sebagai tokoh besar yang disegani," ujarnya.

    Peringatan hari lahir HB IX sebagai Bapak Pramuka rencananya akan dilanjutkan pada Kamis 12 April 2018 dengan acara ziarah para pramuka ke komplek makam raja-raja Imogiri Bantul Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.