Perawat Pergoki Setya Novanto Kencing Berdiri Saat Dirawat

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto, mengikuti sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 29 Maret 2018. Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Setya Novanto, 16 tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Perawat Rumah Sakit Medika, Permata Hijau, Indri Astuti, mengaku sempat memergoki Setya Novanto berdiri tegak padahal sehari sebelumnya dia masih terbaring lemas akibat kecelakaan.

“Jam 6 pagi saya masuk ke kamar, saya lihat bapak itu (Setya) berdiri tegak sedang buang air kecil di tempat pipis atau urinal,” kata Indri saat menjadi saksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 2 April 2018.

Indri mengatakan pagi hari itu dia hendak memeriksa tekanan darah Setya. Namun dia melihat Setya saat itu masih tertidur sehingga ia pun meninggalkan alat pengukur tensi di kamar VIP 323.

Baca juga: Sidang Bimanesh, Pemasang Infus Setya Novanto Jadi Saksi Hari Ini

Beberapa menit kemudian, Indri kembali ke kamar 323 untuk melakukan observasi menjelang aplusan. Ia kaget melihat Setya bisa kencing sambil berdiri tegak.

Indri menuturkan dia masuk ke ruangan 323 secara pelan-pelan. Menurut Indri, kemungkinan Setya saat itu tidak mendengar ada orang masuk.

Melihat Setya selesai buang air kecil, Indri kemudian bergegas membantu Setya untuk kembali ke tempat tidur. Namun dia mengatakan Setya kaget melihat ada orang yang datang.

“Saat itu saya langsung bilang ‘Pak sini saya tolongin’. Tapi si bapak itu kaget sampai badannya terangkat,” katanya.

Mengetahui ada orang yang masuk, menurut dia, gelagat Setya langsung berubah, dari yang sebelumnya berdiri tegak menjadi lemas dan lunglai. “Dia merebahkan badannya dengan susah payah ke ranjang, padahal tadinya berdiri tegak,” kata Indri.

Di persidangan, hakim Machfudin pun bertanya apakah Setya sudah selesai kencing ketika Indri membantu merebahkannya ke ranjang. “Tetapi dia sudah selesai buang air kecilnya?” tanya hakim. “Sudah pak,” ucap Indri.

Setelah membantu Setya berbaring di ranjang, Indri kemudian memeriksa tekanan darah Mantan Ketua DPR itu. Menurut dia, tekanan darah Setya saat itu 160/90.

Baca juga: Cerita Perawat Saat Setya Novanto Tiba di RS Seusai Kecelakaan

Indri dihadirkan sebagai saksi terdakwa kasus merintangi penyidikan Setya Novanto, dokter Bimanesh Sutarjo. Ia merupakan perawat yang menangani Setya di ruangan 323. Ketika memberikan keterangan beberapa kali Indri terisak saat menjelaskan kejanggalan yang ia temukan.

Bimanesh diduga merekayasa rekam medis Setya Novanto untuk menghindarkan dari pemeriksaan KPK.

Jaksa mendakwa Bimanesh melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

14 September 2022

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

11 Agustus 2022

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.


KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

3 Februari 2022

KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.


KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

19 Januari 2022

KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

KPK menyatakan juga tidak pernah melakukan kegiatan bersifat komersial untuk memperoleh keuntungan, seperti membuat akun NFT.