Fredrich Yunadi Minta Saksi Dipasangi Alat Lie Detector

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus KTP Elektronik, Fredrich Yunadi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 15 Maret 2018. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa merintangi penyidikan terhadap Setya Novanto, Fredrich Yunadi, meminta majelis hakim memasang alat pendeteksi kebohongan (lie detector) pada setiap saksi yang dihadirkan ke persidangan. "Saya harap saksi bisa dipasangi lie detector, Yang Mulia," katanya saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

Menanggapi hal itu, ketua majelis hakim, Syaifudin Zuhri, mengatakan akan mempertimbangkan usul Fredrich itu. "Akan kami pertimbangkan," ujarnya.

Baca juga: Fredrich Yunadi dan Bimanesh Diduga Berkomplot Lindungi Novanto

Seusai sidang, Fredrich Yunadi menjelaskan alasan permintaannya itu. Dia menganggap saksi yang dihadirkan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke persidangannya kerap berbohong. "Apa yang dikatakan itu rekayasa semua. Makanya tadi saya minta lie detector," ucapnya.

Fredrich juga menilai penyidik KPK telah mengarahkan saksi saat membuat berita acara pemeriksaan. Menurut dia, saksi yang selama ini dihadirkan jaksa KPK selalu berlatar belakang pekerja medis. Namun di BAP semua saksi mengaku paham pasal yang didakwakan kepadanya.

"Kayak orang enggak mengerti hukum, tapi dikasih tahu pasal ini pasal itu. Itu kan seharusnya berarti tidak berkapasitas sebagai saksi," tuturnya.

Baca juga: 6 Tingkah Fredrich Yunadi yang Menarik Perhatian di Persidangan

Selain itu, Fredrich Yunadi menilai saksi yang dihadirkan jaksa tidak berkompeten dalam kasusnya. Dia menuding saksi yang dihadirkan tidak melihat dan mengalami langsung apa yang dia alami. "Saksi sering ngomong 'katanya'. Kalo saksi itu, harusnya, ya, saksi yang melihat dan mengalami sendiri," katanya.






Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

27 September 2021

Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

Berbagai cara dilakukan untuk menyangkal tuduhan korupsi, mulai dari membawa nama-nama tuhan hingga mengaku hilang ingatan,


Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

7 November 2020

Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

Fredrich menuding Setya Novanto belum membayar jasanya selama menjadi pengacara terpidana kasus korupsi proyek e-KTP itu.


Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

24 Oktober 2020

Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

Fredrich Yunadi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara menghalang-halangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto


KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

22 Oktober 2018

KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kemudian menguatkan putusan Pengadilan Tipikor terhadap Fredrich Yunadi dengan hukuman 7 tahun penjara.


Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

13 Oktober 2018

Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

Fredrich Yunadi menyatakan tak menerima putusan pengadilan tinggi yang menguatkan putusan di tingkat pertama, yakni 7 tahun penjara.


Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

10 Oktober 2018

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap menghukum pengacara Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dalam kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP.


KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

8 Juli 2018

KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

KPK mengajukan banding atas vonis 7 tahun kepada bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.


Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

29 Juni 2018

Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

Fredrich Yunadi mengatakan dirinya harus bebas murni.


Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

Fredrich Yunadi divonis 7 tahun penjara.


Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

Majelis hakim Pengadilan Tipikor menghukum Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.