Periksa Hary Tanoe, Bawaslu Belum Simpulkan Kasus Iklan Perindo

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chairman of the Indonesian Unity Party, Hary Tanoesoedibjo during briefed the party in Jakarta, Feb. 15, 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Chairman of the Indonesian Unity Party, Hary Tanoesoedibjo during briefed the party in Jakarta, Feb. 15, 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski telah memeriksa Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe, Badan Pengawas Pemilu belum bisa menyimpulkan ihwal kasus dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang dilakukan Perindo. Alasannya, lembaga pengawas pemilu ini masih melakukan sejumlah klarifikasi.

    "Klarifikasi atas semua belum selesai dan masih dibahas Gakkumdu (Sentra Penegakkan Hukum Terpadu)," ujar Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin di Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.

    Baca juga: Diperiksa Bawaslu Soal Iklan Perindo, Hary Tanoe: Sudah Saya

    Mengenakan baju batik, Hary Tanoe datang sekitar pukul 15.00 WIB dan menjalani pemeriksaan sekitar tiga jam hingga sekitar pukul 18.00 WIB di Bawaslu. Meski diserbu awak media, bos MNC Group itu tetap membisu. Dia tak mau bercerita soal apa saja yang dia sampaikan kepada Bawaslu.

    Setelah pemeriksaan, Hary enggan berkomentar banyak ihwal pemeriksaan itu. "Tidak banyak pertanyaan, jadi klarifikasi atas tayangan iklan mars Perindo, sudah saya jelaskan semua. Sudah cukup," kata dia sambil berlalu menuju mobilnya di gedung Bawaslu, Jakarta.

    Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, dalam penanganan pelanggaran pemilu, harus jelas siapa yang memiliki andil menginstruksikan penayangan iklan tersebut. "Karena larangan ini terkait dengan partai politik, kami menunggu keterangan langsung dari ketua partainya," ujar Ratna kepada Tempo, pekan lalu.

    Karena itu, sampai saat ini Bawaslu belum dapat menentukan apakah penayangan iklan partai yang dipimpin Hary Tanoe tersebut sudah memenuhi unsur pelanggaran atau tidak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.