Diperiksa Bawaslu Soal Iklan Perindo, Hary Tanoe: Sudah Saya Jelaskan

Reporter

Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo seusai menjalani pemeriksaan sebgaia tersangka di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 7 Juli 2017. Hary Tanoe diperiksa terkait pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. ANTARA/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo atau Harry Tanoe enggan berkomentar banyak setelah diperiksa Badan Pengawas Pemilu soal kasus dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang dilakukan partainya.

Dugaan itu berkaitan dengan adanya stasiun televisi yang menayangkan iklan Perindo saat masa kampanye belum dimulai. "Tidak banyak pertanyaan, jadi klarifikasi atas tayangan iklan mars Perindo, sudah saya jelaskan semua. Sudah cukup," kata dia sambil berlalu menuju mobilnya di gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.

Baca juga: Soal Iklan Perindo, Bawaslu Akan Minta Klarifikasi Hary Tanoe

Mengenakan baju batik, Hary datang sekitar pukul 15.00 WIB dan menjalani pemeriksaan sekitar tiga jam hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Meski diserbu awak media, bos MNC Group itu tetap membisu. Dia tak mau bercerita soal apa saja yang dia sampaikan kepada Bawaslu.

Ditemui sebelum pemeriksaan, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan informasi dalam pemeriksaan hari ini bakal menentukan langkah apa yang akan dijatuhkan kepada partai Hary Tanoe itu.

"Kalau bukti kuat, kami akan berkoordinasi dengan Sentra Gakkumdu. Kalau pidana terpenuhi kami tindaklanjuti juga ke Gakkumdu," ujar dia kepada Tempo.

Abhan mengatakan Perindo bisa dijatuhi sanksi pidana apabila bukti-buktinya memenuhi. "Kalau tidak terpenuhi, sanksinya imbauan untuk tidak melakukan lagi."

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, dalam penanganan pelanggaran pemilu, harus jelas siapa yang memiliki andil menginstruksikan penayangan iklan tersebut. "Karena larangan ini terkait dengan partai politik, kami menunggu keterangan langsung dari ketua partainya," ujar Ratna kepada Tempo, pekan lalu.

Karena itu, sampai saat ini Bawaslu belum dapat menentukan apakah penayangan iklan partai tersebut sudah memenuhi unsur pelanggaran atau tidak.

Bawaslu sebenarnya telah memanggil Perindo untuk dimintai keterangan ihwal dugaan pelanggaran kampanye itu pada Senin, 12 Maret 2018. Namun Hary Tanoe ternyata belum bisa hadir sehingga diwakili Sekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq.

Dalam dua pemeriksaan sebelumnya, yang menghadirkan pihak MNC Group dan Perindo, kata Ratna, Bawaslu mendapatkan keterangan bahwa penayangan iklan itu lantaran adanya kontrak. Namun belum dipastikan siapa yang berinisiatif atas kontrak itu.

Oleh karena itu, lembaga pengawas pemilu berharap dapat memperoleh data tambahan dari pemanggilan Harry Tanoe yang juga CEO MNC Group tersebut. "Kan untuk menunjukkan bahwa ini adalah fakta hukum, syaratnya harus ada dua alat bukti yang cukup. Juga jelas siapa subyek pelanggarnya," kata Ratna.






Ada Donald Trump Junior, MNC Center Kebon Sirih Dijaga Ketat

12 Agustus 2019

Ada Donald Trump Junior, MNC Center Kebon Sirih Dijaga Ketat

Kunjungan anak pertama Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini berkaitan dengan undangan bos MNC Hary Tanoesoedibjo.


Jokowi Dikabarkan Melakukan Pertemuan Tertutup dengan Hary Tanoe

28 Juli 2018

Jokowi Dikabarkan Melakukan Pertemuan Tertutup dengan Hary Tanoe

Jokowi sudah lebih dulu menggelar pertemuan dengan ketua umum partai koalisi. Pertemuan berbalut jamuan makan malam itu dilakukan di Istana Bogor.


Bakal Caleg Perindo Mulai Pesinetron hingga Anak Koruptor

17 Juli 2018

Bakal Caleg Perindo Mulai Pesinetron hingga Anak Koruptor

Selain Andi Arsyl, Perindo mendaftarkan Andi Tenri Natassa sebagai caleg. Tenri anak koruptor proyek pembangkit listrik di Papua, Dewie Yasin Limpo.


Diusulkan Cawapres Jokowi, Hary Tanoe: Jangan Terlihat Ambisius

31 Maret 2018

Diusulkan Cawapres Jokowi, Hary Tanoe: Jangan Terlihat Ambisius

Hary Tanoe berharap cawapres Jokowi yang dipilih bisa bekerja secara maksimal dan sepenuh hati.


Periksa Hary Tanoe, Bawaslu Belum Simpulkan Kasus Iklan Perindo

20 Maret 2018

Periksa Hary Tanoe, Bawaslu Belum Simpulkan Kasus Iklan Perindo

Setelah memeriksa Ketua Perindo Hary Tanoe, Bawaslu belum bisa menyimpulkan ihwal kasus dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal.


Soal Iklan Perindo, Bawaslu Akan Minta Klarifikasi Hary Tanoe

13 Maret 2018

Soal Iklan Perindo, Bawaslu Akan Minta Klarifikasi Hary Tanoe

Bawaslu juga akan melakukan pemanggilan terhadap stasiun televisi dan KPI berkaitan dengan penayangan iklan Partai Perindo.


Survei Instrat di Jawa Barat Soal Pilpres: Hary Tanoe Peringkat 3

8 Februari 2018

Survei Instrat di Jawa Barat Soal Pilpres: Hary Tanoe Peringkat 3

Survei Instrat di Jawa Barat menempatkan nama Hary Tanoe di posisi tiga setelah Jokowi dan Prabowo soal pilihan presiden.


Hary Tanoe: Aplikasi Digital Berbasis Bisnis Kurangi Tenaga Kerja

1 November 2017

Hary Tanoe: Aplikasi Digital Berbasis Bisnis Kurangi Tenaga Kerja

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo meminta pemerintah berhati-hati mengatur aplikasi digital berbasis bisnis karena bisa mengurangi tenaga kerja.


Stretegi Hary Tanoesoedibyo Dongkrak Elektabilitas Perindo

9 Oktober 2017

Stretegi Hary Tanoesoedibyo Dongkrak Elektabilitas Perindo

Hary Tanoesoedibyo yakin elektabilitas artai Persatuan Indonesia (Perindo) bisa ditingkatkan.


Hary Tanoe Tegaskan Lagi Dukungan untuk Jokowi

9 Oktober 2017

Hary Tanoe Tegaskan Lagi Dukungan untuk Jokowi

"Pada waktu 2019 nanti jelas, Partai Perindo akan militan,? kata Hary Tanoe.