Adik Kandung Gus Dur, Aisyah Hamid Baidlowi, Meninggal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aisyah Hamid Baidlowi. TEMPO/Amston Probel

    Aisyah Hamid Baidlowi. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang juga Adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Aisyah Hamid Baidlowi, meninggal pada hari ini, Kamis, 8 Maret 2018, di Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

    Aisyah merupakan putri kedua Wahid Hasyim. Ia adalah adik Gus Dur dan kakak dari Salahuddin Wahid, Umar Wahid, Lily Chodijah Wahid, dan Hasyim Wahid. "Benar, dia meninggal," kata Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siroj saat dihubungi, Kamis.

    Sore ini, almarhumah Aisyah akan disemayamkan di Kompleks Bukit Pratama, Jalan H Sijan Blok A Nomor 9, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pada esok subuh, almarhumah dibawa menuju Surabaya untuk dimakamkan di Tebuireng, Jombang, usai salat Jumat.

    Aisyah Hamid, yang dilahirkan di Jombang, 6 Juni 1940, menjadi aktivis di NU sejak berusia 19 tahun. Seperti dikutip dari situs resmi NU, berbagai jabatan pernah diembannya, antara lain Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU periode 1995-2000.

    Aisyah juga pernah menduduki Ketua Kongres Wanita Indonesia pada 1990-1995, anggota DPR tiga periode (1997-2009), Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (1995-2000), Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah (2000-2010), dan Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (1999-2013).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.