Saat Calon Prajurit Wanita TNI AD Berlatih Perang

Komandan Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD Kolonel Tetty Melina saat memeriksa kelengkapan atribut peserta Pendidikan Pertama Bintara TNI AD di Pusdik Kowad, Lembang, Bandung, 4 Februari 2018. TEMPO/Adam Prireza

TEMPO.CO, Bandung - Sunyinya pagi di lapangan tembak Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam III Siliwangi, Pangalengan, Bandung terpecah saat 16 orang calon prajurit wanita TNI AD memasuki area tersebut. Rentetan tembakan dari Senapan Mesin Ringan (SMR) berkaliber 7,62 mm menyambut kedatangan mereka di lubang perlindungan.

Dua buah bendera merah diayunkan oleh pelatih, tanda para siswa itu siap memasuki medan pertempuran. Ledakan Trinitrotoluena (TNT) mengiringi pengibaran bendera tersebut. "Gelombang satu, serbu!," teriak Komandan Regu kelompok satu, Yessica Anggriani Saragih.

Mereka pun mulai berguling dan merayap sambil memeluk senapan M-16 melewati tanah lumpur dan kawat berduri sejauh sekitar 70 meter. Tepat 1 meter di atas kepala mereka, melayang peluru tajam yang ditembakkan para dopper. Beberapa buah TNT pun kembali diledakkan mengiringi perjalanan calon prajurit itu menuju kobangan air sedalam satu meter, tempat mereka berlindung.

Baca: Jago Nyanyi, Perempuan Ini Pilih Gabung Korps Wanita TNI AD

Di situ, mereka mulai melepaskan serangan balik ke arah musuh. "Dor! dor! dor!," teriak para calon prajurit wanita itu sambil mengarahkan senapan M-16nya.

Setelah berhasil memukul mundur musuh, mereka memasang pisau sangkur di ujung senapan dan berlari ke arah bukit. Di sana, mereka menghunuskan sangkur ke tubuh musuh hingga tumbang. Musuh yang ditusuk ini terbuat dari kain. Setelah itu, anggota kelompok satu lanjut berjalan ke lubang perlindungan terakhir.

Sebagai komandan regu, Yessica mengecek kesehatan dan kelengkapan anggotanya. "Penembak sebelas, bagaimana kondisi, kelengkapan, dan kesehatan?" teriak Yessica kepada salah satu anggotanya.

Baca: Berlatih Tempur, Siswi Korps Wanita TNI AD Janji Tidak Menangis

Rangkaian tersebut merupakan salah satu bagian dari latihan praktik berganda calon Bintara Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI AD, Prajurit Karier angkatan 25. Mereka akan menjalani latihan selama empat hari, dari 5 Februari hingga 8 Februari 2018. Sebelumnya, mereka telah digembleng soal teori pertempuran selama 4,5 bulan di Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Sebanyak 62 orang calon prajurit wanita mengikuti latihan berganda ini. Komandan Pusdik Kowad TNI AD Kolonel Tetty Melina mengatakan persiapan latihan berganda telah dilakukan sejak dini hari. Pada Senin pukul 03.00 WIB, para calon prajurit diberangkatkan menuju Secata Rindam III Siliwangi, Pangalengan dari Pusdik Kowad.

"Latihan berganda ini merupakan rangkaian pendidikan Dikmaba prajurit siswa talenta 2017," ujar Tetty pada Senin, 5 Februari 2018.

Selain simulasi praktik pertempuran, calon prajurit wanita akan menjalani berbagai latihan lainnya, mulai dari patroli, navigasi darat siang dan malam hari, sampai penanggulangan korban di medan perang. Setelah dilantik nanti, Tetty mengatakan para calon prajurit akan mendapat pelatihan kewanitaan yang sudah bersertifikat, seperti etika menjamu dan protokoler.

"Insya Allah mereka akan dilantik sebagai tanda kelulusan pada 15 Februari nanti. Doakan saja semoga berjalan dengan lancar," kata Tetty.






Menantu AM Hendropriyono Jadi Pangkostrad, Ini Penjelasan TNI

23 Juli 2018

Menantu AM Hendropriyono Jadi Pangkostrad, Ini Penjelasan TNI

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal M. Sabrar menjelaskan soal pengangkatan menantu AM Hendropriyono, Andika Perkasa menjadi Pangkostrad.


TNI AD Serah Terimakan Jabatan Pangkostrad dan Asisten Logistik

23 Juli 2018

TNI AD Serah Terimakan Jabatan Pangkostrad dan Asisten Logistik

Serah terima jabatan itu, kata KASAD Jenderal Mulyono, untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan penyegaran di tubuh TNI AD.


3 Perempuan Ini Jadi Pionir Pilot di TNI AD

22 Juli 2018

3 Perempuan Ini Jadi Pionir Pilot di TNI AD

Tiga orang Letnan Dua Cpn, Puspita Ladiba, Feny Avisha dan Tri Ramadhani akan menjadi juru terbang perempuan pertama di lingkungan TNI AD.


Cerita Prajurit TNI Berlatih Menerbangkan Helikopter Apache

22 Juli 2018

Cerita Prajurit TNI Berlatih Menerbangkan Helikopter Apache

Letnan Satu Cpn Alexius Darma menceritakan pengalamannya berlatih menerbangkan Helikopter Apache AH-64E tanpa melihat.


TNI AD Siapkan 58 Teknisi untuk Rawat Helikopter Apache

22 Juli 2018

TNI AD Siapkan 58 Teknisi untuk Rawat Helikopter Apache

Para teknisi belajar mengenai seluk beluk helikopter Apache selama 6 sampai 8 bulan di Amerika Serikat.


Mengintip Kandang 8 Helikopter Apache TNI AD di Semarang

21 Juli 2018

Mengintip Kandang 8 Helikopter Apache TNI AD di Semarang

TNI AD mengandangkan delapan Helikopter Apache AH-64E terbarunya di Skuadron 11/Serbu, Pangkalan Udara TNI AD Ahmad Yani.


Penerbang TNI AD Punya Kualifikasi Terbangkan Helikopter Apache

21 Juli 2018

Penerbang TNI AD Punya Kualifikasi Terbangkan Helikopter Apache

Penerbang TNI AD yang telah menjalani pelatihan di Amerika selama 10 bulan sudah punya kemampuan menerbangkan Helikopter Apache.


Begini Kecanggihan Helm Helikopter Apache Milik TNI AD

21 Juli 2018

Begini Kecanggihan Helm Helikopter Apache Milik TNI AD

Dibandrol dengan harga Rp 500 juta, helm pilot Helikopter Apache memiliki teknologi mutakhir. Apa saja?


Satu Helikopter Apache Rp 500 Miliar, Berapa Harga Helmnya?

21 Juli 2018

Satu Helikopter Apache Rp 500 Miliar, Berapa Harga Helmnya?

Kecanggihan helikopter Apache AH 64 milik TNI Angkatan Darat tidak hanya terletak pada unitnya. Helmnya pun canggih.


Sudah Punya 10 Pilot Helikopter Apache, TNI AD Akan Tambah Lagi

20 Juli 2018

Sudah Punya 10 Pilot Helikopter Apache, TNI AD Akan Tambah Lagi

Rencananya jumlah pilot helikopter Apache akan ditambah menjadi 20 pilot.